BERITA DRN TERKINI

 

Pada hari senin tanggal 6 November 2017, Komisi Teknis Energi melakukan rapat diruang rapat Dewan Riset Nasional, Rapat Komtek dibuka oleh ketua komtek Energi yaitu Arnold Soetrisnanto. Beliau mengucapan terima kasih kepada anggota komtek yag telah hadir.

Mengenai sidang paripurna II, Pak Iding Chaidir menjelaskan tentang rencana kegiatan sidang paripurna yang diselenggrakan pada tanggal 23 November 2017, di Hotel Aryaduta. Topik utama sidang paripurna yaitu Inovasi, invensi dan komersialisasi teknologi. Sidang dibagi tiga sesi. Sesi awal mengenai UU Inovasi diundang adalah Ketua Pansus RUU Sisnas Iptek Bapak Daryatmo. Mengundang dari Bappenas, DPR, Pak Komarudin Hidayat dari komtek Soshum. Pak Komarudin diminta untuk menjelaskan apakah masyarakat Indonesia sudah dapat berbudaya .

Komisi teknis Energi berencana membuatan Konsorsium mobil listrik,

Masukan ketua DRN, bagaimana Indonesia bisa maju dalam pengembangan mobil listrik sedangkan pasokan listrik di Indonesia masih sangat kurang, apabila kita berkaca pada Negara-negara maju yang sudah menciptakan mobil listrik dan maju, karena disana suplay energi listriknya sudah ada dan merata. Sehingga muncul pertanyaan mobil listrik Indonesia itu listriknya dari mana? Seperti contoh Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah kota palangkaraya, kalo malam hari listriknya kurang dan gelap, ada juga dari Kota Gorontalo yang memiliki cadangan Reser margin 30%.Muncul pertanyaan apakah ada Negara yang kurang listrik tapi mengembangkan mobil listrik? Jadi mobil  listrik itu perlu dikembang karena merupakan tuntutan masa depan, bila kita menunggu Listrik cukup maka kapan kita akan mengembangkan mobil listrik buatan sendiri. Perlu melihat apa sebabnya kita harus mengembangkan mobil listrik? Apa karena lingkungan, apa karena kesulitan BBM atau kita harus memiliki industry mobil listrik buatan sendiri.

China bisa maju seperti saat ini karena ada kemampuan mencontek dari Negara-negara yang maju dibidangnya serta didukung ekonomi yang berdaulat, Saat ini Indonesia hanya sebagai pasar penjualan bukan sebagai pasar industry, saat ini kerja sama Indonesia dengan jepang, Korea, china berupa kerjasama Market, sedangkan dengan Amerika dan Eropa kerjasama Indonesia dibidang Teknologi, oleh karena itu dalam pembuatan suatu riset, mobil dan motor listrik harus adanya sertifikat standar Internasional. Bagaimana membawa standar internasional kenegara-Negara berkembang. Karena dinegara-negara maju dalam mobil dan motor listrik memiliki PLTN sehingga listrik banyak sehingga menjadi murah.

Dalam teknologi Inovasi – inovasi baru dinegara luar tidak menggunakan anggaran Negara akan tetapi menggunakan dana konsorsium yang ada. Mereka memiliki prisip Teknologi, Standarisasi dan financing ( Keberpihakan ).

 

Bentuk Konsorsium ada 5 :

1.    Perusahaan memiliki akses Memberikan kebebasan kepada universitas dan perguruan tinggi

2.    Memberikan waktu kerja peneliti universitas diperusahaan 1 hari / minggu

3.    Proyek konsorsium Riset Perusahaan dengan Universitas

4.    Hubungan sejumlah perusahaan dengan unversitas

5.    Perwakilan Industri sebagai dewan komisaris perguruan tinggi

 
Lihat Foto Lainnya

 

( AW / FA )

 

 

Bertempat di Ruang Rapat SG 5 Gedung Bappenas Jln. Taman Suropati No. 2, Menteng, Jakarta Pusat, 10310, Pada pada hari jumat tanggal 21 Juli 2017. Komisi Teknis Pertahanan dan Keamanan melaksanakan rapat yang Ketiganya yang dihadiri oleh Drs. Bambang S. Tejasukmana, Dipl.Ing ( Ketua Komisi Teknis Pertahanan dan keamanan ), Dr.Ir. Anne Kusmayati, Ir. Rizky Ferianto, MA, Prof. Dr. Ir. Eddy Sumarno Siradj, M.Sc.Eng, Dr.Ir. Ade Bagdja, MME, Prof.Dr.Ir. Dedi Priadi, DEA, Brigjen TNI (Purn) Ir. Agus Suyarso, Prof. Dr. Sigit Riyanto, SH, LLM, Ir. Adrian Zulkifli ( Asisten Komisi teknis pertahanan dan keamanan) dan staf sekretariat Dewan Riset Nasional.

Rapat dibuka oleh ketua komisi teknis Pertahanan dan Keamanan Bapak Drs. Bambang S. Tejasukmana, Dipl.Ing  yang  menyampaikan ucapan selamat datang diruang rapat Gedung Bappenas dan terima kasih kepada semua anggota komisi teknis pertahanan dan keamanan  yang menghadiri rapat kali ini. Rapat dimulai dengan menyampaikan hasil rapat – rapat sebelumnya , rencana pembuatan laporan kerja yang memperlihatkan bahwa kegiatan pengembangan teknologi pertahanan dan keamanan dan industri pertahanan harus terus berjalan sesuai dengan arah kebijakan KKIP ( Komisi Kebijakan Industri Pertahanan ), terutama kegiatan yang terkait dengan 7 program prioritas KKIP ( Komisi Kebijakan Industri Pertahanan ).

—  7 Program Prioritas nasional dalam bidang Pertahanan dan keamanan KKIP :

1.    Kapal Selam

2.    Pesawat Tempur

3.    Tank Medium

4.    Propelan

5.    Radar

6.    Roket

7.    Rudal

 

Kesimpulan :

1. Rencana FGD Komisi teknis Pertahanan dan Keamanan

2. Penyusunan dan Pembuatan Laporan Kerja

3. Mendukung 7 Program Prioritas Utama KKIP

4. Bertemu Ketua KKIP ( Evaluasi, Diskusi , Program Nasional dll. )

5. DRN dan KKIP memiliki peran dalam 7 Program Prioritas Nasional

( FA )

 
 
Lihat Foto Lainnya

 

 

 

Pada hari Rabu tanggal 7 Juni 2017, Komisi Teknis Pangan dan Pertanian mengadakan rapat yang ketiga di Ruang Rapat DRN, Gedung BPPT I, Jl. M.H. Thamrin No.8. Rapat dihadiri oleh Dr. Ir. Haryono, M.Sc (Ketua Komtek Pangan & Pertanian), Dr. Ir. Iding Chaidir, M.Sc (Sekretaris DRN), Sakri Widhianto, S.Teks, MM, Ir. Utama Kajo, Prof. Dr. Herdis, M.Si (Asisten Komtek Pangan & Pertanian), Prof. Dr. Suyanto Pawiroharsono (Staf Profesional) dan serta para staf sekretariat.

Rapat tersebut membahas mengenai isu-isu permasalahan pergeseran pola konsumsi, impor gandum yang meningkat, industri pangan lokal yang tidak berkembang (bahan dasar yang belum terstandarisasi, skala usaha masih kecil, dan lokasi tersebar acak), kebijakan Pemerintah mengutamakan beras sebagai bahan pokok sehingga pangan lokal terabaikan, kebijakan riset serta kebijakan pangan dan pangan lokal yang berlaku saat ini.

Kesimpulan dalam rapat tersebut terdapat butir-butir rekomendasi, yaitu perlu membuat pembangunan hulu hilir pangan dengan pendekatan industralisasi, melakukan sosialisasi e-marketing di kalangan petani, adanya pembinaan Pemerintah dalam standarisasi proses dan kualitas produk bahan dasar pangan lokal serta perlu penegakan aturan penyerapan produk lokal sebagai prasyarat impor dan bahkan intinya Negara harus menjadikan pangan lokal sebagai bagian dari pemenuhan pangan Nasional. Pertemuan rapat selanjutnya akan membahas Briefing Note Pangan dan Pertanian. (Notulensi H / Edit ESA)

 
Lihat Foto Lainnya

 

 

 

Bertempat diruang rapat gedung BPPT I Lantai 1 Jl.M.H Thamrin No. 8, Pada tanggal 8 Juni  2017 Komisi Teknis Transportasi melaksanakan rapat keduanya yang dihadiri oleh Prof. Dr-Techn. Ir. Danang Parikesit, M. Sc(Eng), IPU ( Ketua Komisi teknis Transportasi ), Ir. Umiyatun Hayati Triastuti dan Asistensi, M.Sc, Prof.Dr.Ir. Bambang Sugeng Subagyo, Prof.Ir. Sigit Priyanto, M.Sc, Drs. Sinung Nugroho, M.T (Asisten Komisi Teknis Transportasi ), Ir. Tri Achmadi,  dan Para Staf Sekretariat.

Rapat diawali pembukaan oleh  Asisten komisi teknis Transportasi yang mewakili  ketua Komisi Teknis Transportasi yang belum tiba diruang rapat, menyampaikan bahwa agenda riset komisi teknis Transportasi kali ini berupa Laporan kerja dan rencana kerja komisi teknis transportasi ditahun 2017.  Dari musyawarah, pemikiran dan koordinasi dari para anggota yang hadir  rapat menghasilkan beberapa poin dan kesimpulan.

         Kesimpulan

1.    Merumuskan ARN komisi teknis Transportasi

2.    Merumuskan naskah akademik

3.    Merumuskan Policy Brief

4.    Rencana pembentukan Konsorsium

5.    Rencana Kunjungan Lapangan

6.    Transportasi air harus memenuhi standarisasi nasional

7.    Pengawasan keamanan dan kenyamanan kapal-kapal penumpang (FA)

 
Lihat Foto Lainnya

 

 

   

 

 
 

 

Bertempat diruang rapat Gedung BPPT I, Jl. M.H Thamrin No.8. Pada Hari Senin tanggal 08 Mei 2017 Komisi Teknis Material Maju melaksanakan rapat keduanya yang dihadiri oleh Dr.Ir. Utama Herawan Padmadinata ( Ketua komisi teknis Material Maju ), Dr.Ir. Iding Chaidir, M.Sc ( Sekretaris Dewan Riset Nasional ), Prof.Dr. Ridwan, Prof.Dr.Ir. Bambang Sunendar, M,Eng, Ir. Budi Susanto Sadiman, Prof. Ir. Jamasri, Ph.D, Dr.Ir. Ahmad Sobandi, M,Eng, Dr. Dwi Gustiono ( Asisten Komisi teknis Material Maju ),dan Serta para staff Sekretariat.

Dalam Rapat membahas  Agenda :

Profosal Focus Group Discussion (FGD) & Policy Brief

Dalam pembukaan rapat ketua Komisi teknis Material Maju  menyampaikan Topik pembahasan rapat kali ini Proposal FGD dan Policy Breif  komisi teknis Material Maju harus lebih dibahas bersama lebih dalam sebagai kegiatan riset dan teknologi di Indonesia. Dengan saran dan pemikiran yang berkoordinasi dengan anggota komisi teknik sesuai dengan bidangnya.

Komisi teknis Material Maju mengangkat permasalahan tentang “KEBIJAKAN DAN PEMANFAATAN LIMBAH”, Contohnya Biomassa. Yang dibahas bersama dengan semua anggota Komisi teknis Material Maju.

Biomassa adalah energi yang dibuat untuk bahan bakar yang didapatkan dari sumber alami yang dapat diperbarui.

Inovasi pemanfaatan limbah biomassa diIndonesia untuk dijadikan bahan material maju sangat cocok, karena diIndonesia limbah Biomassa dalam bentuk Selulosa banyak tersedia. Selulosa adalah senyawa organik yang paling umum di Bumi. Sekitar 33% dari semua materi tanaman adalah selulosa (isi selulosa dari kapas adalah 90% dan dari kayu adalah 40-50%). Selulosa tidak dapat dicerna oleh manusia, hanya dapat dicerna oleh hewan yang memiliki enzim selulase.

a.  Industri Potensial limbah Biomassa mencangkup :

o   Industri Komestik

o   Industri Elektronik ( Berupa komponen )

o   Industri membrane kertas

o   Industri Farmasi

o   Industri bahan Kimia

 

b.  Rencana tujuan pembangunan Teaching Industry ( TRL 8 ) :

o   Pengembangan dari Litbang

o   Pengembangan dari Perguruan Tinggi

o   Inovasi dalam Negeri

o   Harus adanya kebutuhan pasar yang digunakan Masyarakat

o   Bukan untuk pengembangan industri saja bisa masuk kesektor bisnis

 

c.  Pemanfaatan Biopolymer ( Biopolymer adalah polimer yang secara alami ditemukan di alam.) yang bisa digunakan untuk :

o   Landasan diarea Bandara

o   Jalan-jalan tikungan

o   Jalan diprapatan atau pertigaan

 ( FA )

 
Lihat Foto Lainnya