BERITA DRN TERKINI

Senin 2 April 2018 Komisi Teknis Energi Dewan Riset Nasional ( DRN ) mengadakan rapat komisi ke 2, Dalam pembukaan rapat ketua Komisi teknis Energi oleh Bapak Dr. Ir. Arnold Soetrisnanto  menyampaikan ucapan terima kasih kepada  para anggota yang hadir dalam rapat ke 2 ditahun 2018,  dalam rangka persiapan Hateknas di Riau yang bertema “ Inovasi untuk kemandirian pangan dan energy”, maka rapat kali ini mengundang juga perwakilan komisi teknis pangan dan pertanian, dalam rencana FGD bersama antara komisi teknis energy dan komisi teknis pangan dan pertanian, dengan tujuan mencari masukan dan solusi dalam tema Hateknas di Riau nanti,  oleh karena itu para anggota komisi teknis Energi harus memberikan saran dan pemikiran yang selalu berkoordinasi dengan anggota DRN lain sesuai dengan bidangnya.

Sekretaris DRN Bapak Iding Chaidir melaporkan Dewan Riset Nasional ( DRN ) dan beberapa ketua Komisi teknis DRN melakukan pertemuan dan Audiensi dengan Menteri Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi ( Kemenristekdikti ) Bapak Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D. diruang rapat gedung Kemenristekdikti di Jakarta. Menteri mengatakan di Indonesia saat ini belum adanya rencana riset nasional, sehingga selalu melihat pada satu sektor bukan dari beberapa sector oleh karena itu riset harus berbasis pada kebutuhan pasar dan bermanfaat untuk masyarakat, Presiden selalu mendorong pangan, kesehatan dan energy untuk dijadikan prioritas utama, karena saat ini didunia sudah masuk Industri 4.0  yang berbasis iptek. Kemenristekdikti saat ini sudah membuat peta riset, sehingga riset yang menjadikan inovasi harus di star up, untuk mengkolaborasikan antara investor dan industry. Perlu adanya FGD bersama antara DRN dan Kemenristekdikti untuk memecahkan masalah bersama.

Ketua DRN Bapak Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU, Ketua DRN melaporkan kegiatan dan apa-apa yang sudah dikerjakan DRN pada tahun 2017 sebagai masukan buat Menteri, berupa penyusunan Agenda Riset Nasional ( ARN ), memberi masukan Kebijakan ke Menteri dan menjalin kerjasama dengan daerah melalui DRD yang berjulah saat ini sudah 62 DRD yang tersebar di Indonesia. Saat DRN mengusulkan ke DPR berupa UU Inovasi, dan RUU 18/2002 mengenai Sisnas Iptek, mengenai keberadaan DRN dan DRD dengan usulan UU inovasi sendiri ukan menjadi pasal atau penggabungan antara UU 18/2002 dengan UU inovasi Menjadi UU Sisnas Iptekin. Mengapa DRN mengusulkan UU Inovasi ? melihat dari jumlah kekayaan alam Indonesia yang semakin menipis dan akan habis dibeberapa tahun yang akan datang maka perlunya Inovasi yang baru diberbagai sektor untuk Indonesia bukan hanya mengandalkan kekayaan alam yang akan habis berupa minyak, batubara, gas. Sehingga Pemerintah mempunyai Rencana riset nasional tanpa harus memotong dana riset yang ada.

 

Prioritas energy Nasional :

1.    Memaksimalkan penggunaan energy terbarukan

2.    Meminimalkan penggunaan minyak bumi

3.    Mengoptimalkan pemanfaatan gam bumi dan energy baru

4.    Menggunakan batubara sebagai andalan pasokan energy nasional

5.    Memanfaatkan nuklir sebagai pilihan terkhir

 

Dampak ekonomi implementasi Biodiesel :

1.    Volume BBN yang digunakan

2.    Penghematan devisa & pengurangan tergantungan terhadap BBM ( Fosil )

3.    Peningkatan nilai tambah industry hilir kelapa sawit ( CPO menjadi Biodiesel )

4.    Peningkatan harga CPO dunia

5.    Penyerapan tenaga kerja

6.    Pengurangan emisi gas rumah kaca & peningkatan kualitas lingkungan

7.    Peningkatan pendapatan petani

 

Pemanfaatan Bioenergi pembangkit listrik :

1.    PLT Biomassa -> Bahan baku utama adalah cangkang sawit, serat, dan tandan kosong sawit (tangkos)

2.    PLT Biogas -> dari lembah cair indutri kelapa sawit, POME ( palm oil mill effluent)

3.    PLT Sampah Kota -> Pemanfaatan sampah perkotaan dengan teknologi sanitary landfill atau gasifikasi

 

Tantangan pengembangan implementasi bioenergy :

1.    Menempatkan bioenergy bukan sebagai lampiran alternative

2.    Skala bisnis yang menguntungkan dengan modal awal yang cukup besar

3.    Teknologi sebagian besar masih tergnatung dari luar negeri

4.    Perlu meningkatkan infrastruktur

5.    Adanya konflik pemanfaatan bahan baku untuk bioenergy dengan pemenuhan kebutuhan pangan dan pakan

6.    Data potensi/cadangan perlu diperbaharui

7.    Jaminan keberlanjutan penyediaan bahan baku

8.    Jaminan kestabilan harga biomassa

9.    Memperkuat kemitraan dengan semua stakeholders terkait    

( FA )

 
Lihat Foto Lainnya