BERITA DRN TERKINI

Jumat 2 Maret 2018, Komisi teknis Sosial Humaniora Dewan Riset Nasional ( DRN ) melakukan rapat pertamanya ditahun 2018 diruang rapat BPPT II Jakarta, rapat diawali pembukaan oleh ketua komisi teknis sosial humaniora Bapak Lala yang menyampaikan agenda rapat kali ini yaitu memenuhi teknologi 4.0 dan rencana pembentukan konsorsium. Teknologi saat ini sangat berpengaruh dibidang sosial humaniora seperti contoh dijepang sudah memikirkan teknologi robotik yang sangat diperlukan sehingga dapat membantu orang-orang lanjut usia / orang yang sudah tua dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya sehingga banyak digunakan.

Prof. Komarudin mengatakan dalam memenuhi teknologi 4.0 perlu adanya roadmap / pemetaan yang jelas yang melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi dan swasta sehingga dapat mendorong roadmap yang menuju hilirisasi, pemerintah daerah dapat membantu perkembangan pariwisata daerah karena bisnis yang cepat dan mudah saat ini adalah dengan memaksimalkan obyek wisata yang dimiliki daerah tersebut.

Prof. Syamsudin Haris mengatakan yang pertama pokok pandangan iptek dan teknologi saat ini tidak akan bisa maju dan berkembang karena masih dibawah Menteri, jadi apabila ingin maju iptek dan teknologi nasional harus langsung dibawah Presiden dengan anggotanya beberapa Menteri koordinator dan menteri keuangan dengan usulan membentukl Dewan kebijakan Iptek dan Inovasi yang mempunyai otoritas yang kuat demi kemajuan bangsa dengan basis iptek yang kuat didunia Internasional. Yang kedua harus ada badan riset ilmu pengetahuan nasional yang mengurusi tentang riset dan Inovasi di Indonesia. Mengenai UU inovasi dalam penegasan/pembuatan UU dibagi 2 macam yaitu berdasarkan inisiatif Pemerintah dan berdasarkan inisiatif DPR.

Kesimpulan :

1.    Ide tentang membangun masyarakat Indonesia dalam buku peta jalan inovasi Indonesia di tahun 2045

2.    Konsorsium riset sangat perlu dilakukan     

( FA )

 
Lihat Foto Lainnya