BERITA DRN TERKINI

 

Kamis 22 februari 2018 komisi teknis Material Maju Dewan Riset Nasional ( DRN ) mengadakan rapat pertamanya ditahun 2018, bertempat diruang rapat DRN di Jakarta. Rapat diawali oleh ketua komisi teknis material maju bapak Utama Herawan yang mengucapakan terima kasih kepada para naggota yang hadir dalam acara rapat kali ini, dilanjutkan membahas materi rapat yang  disarankan dari Sekretaris DRN Bapak Iding Chaidir, dengan implementasi konsep sistem inovasi dibidang material maju, misalnya komersialisasi inovasi yang dihasilkandibidang material maju dan membahas prospek industry 4.0 untuk bidang material maju yang bisa ditulis dalam bentuk Policy brief dari komtek material maju,

 

Sistem inovasi bidang material maju :Secara sederhana Sistem Inovasi terdiri dari 3 aktor : Penghasil inovasi(Litbang/ Universitas), Pengguna inovasi(industri) dan Intermediasi yang mempertemukan Penghasil dan Pengguna, sehingga bisa terjadi komersialisasi. Intermediasi berfungsi sangat penting, karena akan mendorong industri utk menggunakan inovasi2 baru dan mendorong penghasil inovasi menciptakan yang dibutuhkan oleh masyarakat / industri, Peran pemerintah menjadi sangat penting dalam membangun wahana atau platform mewadahi 3 aktor diatas, memberikan stimulasi, insentif, membangun STP, inkubator, menumbuhkan entrepreneur, menumbuhkan pusat2 unggulan, memanfaatkan potensi daerah, teaching industri ,   dll, Secara sistem wahana menjadi sangat penting, selain itu perlu adanya produk prioritas nasional yang dilaksanakan secara bersinergi melibatkan seluruh aktor yang bersifat top down, atau yang bersifat bottom up yang berdasarkan potensi daerah (sumberdaya atau keahlian masyarakat , kearifan lokal), Selain persoalan kebijakan juga terkait dengan substansi / teknis material majunya.

 

Alternatif kegiatan advance material meliputi : Peran Advance Material  sangat tergantung kebutuhan industri, bahan baku yang tersedia dan kemampuan iptek dalam memproduksi bahan baku tersebut (top down). Alternatife kegiatan advance material industry 4.0 adalah Cyber Physical Production System. Sehingga keterkaitan dengan Advance Material hanya masuk di “Technological Factors”, Oleh karenanya keterkaitan Industry 4.0 sama dengan slide sebelumnya dalam Alternatif Kegiatan Advance Material. Peran Advance Material  sangat tergantung kebutuhan industri, bahan baku yang tersedia dan kemampuan iptek dalam memproduksi bahan baku tersebut (top down)seperti : Mempromosikan kebutuhan advance material, berbasis sumberdaya nasional atau subsitusi import, kebutuhan industri nasional, Mengusulkan adanya konsorsium yang mengurusi dari hulu sampai hilir, Mendorong sinergi antar Kementerian untuk menghasilkan material maju yang bermanfaat

 

Perlunya mempertemukan antara supply dan demand, melalui media komunikasi atau wahana supply dan demand yang dibentuk dan dibina oleh Pemerintah, Mempromosikan gagasan materi ARN yang ada, mempertemukan supply dan demand, Mengusulkan insentif dari insinas sampai inovasi industri, Mengusulkan pembentukan Pusat2 Unggulan di daerah, atau teaching industry

Rencana kerja 2018 : Menyusun Policy Brief Material Maju :Material potensial berdasarkan sumberdaya nasional, kebutuhan industri dan subsitusi import, Menyusun kebijakan untuk mendorong terwujudnya Sistem Inovasi, Mendorong sinergi berbagai Kementerian untuk program Prioritas Nasional, Agar dapat menghasilkan policy brief diatas perlu ditunjang dengan pelaksanaan FGD.  ( FA ).

 

 

 
Lihat Foto Lainnya