BERITA DRN TERKINI

 

Senin 19 februari 2018 komisi teknis kesehatan dan obat mengadakan rapat pertama ditahun 2018, rapat diawali Pembukaan oleh ketua Dewan Riset Nasional ( DRN ) Bapak Bambang Setiadi mengatakan ucapan terima kasih kepada anggota komisi teknis kesehatan dan obat yang telah hadir dalam rapat kali ini, Dalam pembukaannya juga ketua Dewan Riset Nasional ( DRN ) menyampaikan bahwasannya Dewan Riset Nasional ( DRN ) telah melaksanakan serangkaian pembahasan RUU system Inovasi / UU 18/2002 Sisnas Iptek, dengan Fraksi PKB ( Partai Kebangkitan Bangsa ), dengan Sekretaris Negara, Tim Pansus DPR-RI dan beberapa lembaga alumni lainnya. Dalam rangka RUU 18/2002 Sisnas Iptek dan usulan UU inovasi usulan DRN, yang masih dibahas di DPR sampai saat ini.

 Dilanjutkan Pembukaan oleh ketua komisi teknis kesehatan dan obat Ibu Ratna Sitompul Dalam pembukaan rapat ketua Komisi teknis kesehatan dan obat menyampaikan bahwa agenda riset komisi teknis kesehatan dan obat harus lebih dikaji lebih dalam sebagai kegiatan riset dan teknologi di Indonesia.Dengan saran dan pemikiran yang berkoordinasi dengan tiap anggota komisi teknik sesuai dengan bidangnya. Dilanjutkan Sekretaris DRN Bapak Iding Chaidir yang menyampaikan ada rencana DRN untuk membuat buku bunga rampai yang isinya berupa masukan dari para anggota DRN dari masing-masing komisi teknis, lalu anggaran DRN ditahun 2018 dan meminta jadwal kegiatan kerja dari masing-masing komisi teknis DRN untuk menyusun jadwal rapat kegiatan, FGD kegiatan, dapat pula mengundang pakar-pakar dan ahli-ahli yang masing-masing komisi teknis butuhkan.

 Masalah-masalah kesehatan yang saat ini terjadi di Indonesia karena Kardiovascular + Stroke, Cancer dan Penuaan, karena pola makan yang kurang sehat yang biasa dilakukan  kebanyakan orang Indoensia,  Faktor utama dibidang kesehatan ialah Kebijakan Internasional ( Latar belakang ( Jepang, USA, Jerman, kesehatan dan obat ),  Kebijakan Nasional ( Pendidikan, Penelitian ( riset ), Pelayanan kesehatan ( JKN, BPJS ), Inovasi bidang kesehatan ), Industri  ( Biofarma, Kalbe farma, Dexa, Kimia farma,  Indo farma, BPOM, Persi, IDI ).

Kesimpulan :

•       Perkembangan IPTEK dalam Dunia Kesehatan/Kedokteran memberikan banyak PELUANG dan Tantangan untuk dimanfaatkan.

•       Kita dewasa ini memilih 9 Proyek dari ratusan proyek yang bisa dikerjakan berdasarkan prioritas keadaan dunia Kesehatan Indonesia

•       Kita memilih untuk membuat KONSORSIUM ABG yang dikoordinasi oleh tim DRN Kesehatan/Kedokteran

•       Semoga bermanfaat sebagai “trigger” untuk membuka pikiran baru tentang berbagai peluang dan tantangan IPTEK dunia kesehatan.

  ( FA )

 
Lihat Foto Lainnya