BERITA DRN TERKINI

Perkembangan Iptek dan Inovasi Bidang Material Maju

14 Desember 2016
 

Material Maju

Merupakan material dan modifikasi dari material yang sudah ada untuk memperoleh performa yang superior pada suatu karakter atau lebih. Material maju menunjukkan kekeuatan yang lebih besar, rasio densitas kekuatan yang lebih tinggi, kekerasan yang lebih besar dan lebih unggul pada sisi termal, eletrikal, optikal atau ciri-ciri kimiawi ketika dibandingkan material tradisional. (Definisi dari Material Maju menurut Advanced Material Sector Report, 2004)

Material yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan spesifik sesuai persyaratan baru dari perubahan pasar atau faktor lain sebagai hasil dari kemajuan iptek  (Buku Putih Material Maju 2010)

 

Baca Selengkapnya
 

 

Perkembangan Iptek dan Inovasi Bidang Sosial Humaniora

14 November 2016
 

Delapan Agenda Ristek Soshum


1) Perilaku Masyarakat Aktif, Kreatif dan berkesenian serta inovatif berlandaskan jiwa gotong royong mengatasi Persoalan Strategis Bangsa.

2) Inovasi Kelembagaan Penerapan Teknologi dengan Distribusi Nilai Tambah yang Adil mengatasi Persoalan Pangan, Energi dan Pengembangan Maritim.

3) Penguatan Akses Masyarakat dan Penataan Pengelolaan Sumber Daya Air, Hutan, Lahan dan Laut serta Lingkungan Hidup yang adil dan berkelanjutan.

4) Studi tentang evaluasi pelaksanaan kebijakan otonomi daerah dan desa.

5) Studi manajemen protokol krisis pangan, energi, air dan resolusi konflik.

6) Pengembangan jejaring riset dan pengembangan IPTEKS yang mendukung Pembangunan Inklusif untuk pengembangan daerah tertinggal, terisolasi, terluar dan Perbatasan.

7) Global Village untuk mewujudkan konektivitas dalam Penguatan Indonesia sebagai Negara Maritim.

8) Pengembangan indikator Pembangunan Masyarakat dan Kesejahteraan Rakyat.

 

Baca Selengkapnya
 

 

 

Strategi Peningkatan Daya Saing Nasional Melalui Penguatan R&D dan Inovasi

14 November 2016
 
Daya Saing R&D dan kapasitas di Indonesia
  • Salah satu pilar penting untuk meningkatkan daya saing adalah Inovasi.
  • Inovasi didukung oleh beberapa hal antara lain kualitas institusi riset, dana riset serta kolaborasi universitas-industri.
  • Data Global Competitiveness Report menunjukkan bahwa kualitas institusi riset, dana riset serta kolaborasi universitas-industri masih tertinggal dibanding negara lain, seperti Malaysia.
  • Dibanding negara large developing or newly indutrialized lainnya seperti Brazil, Rusia, India dan China, Indonesia hanya menggunakan sebagian kecil dari GDP untuk R&D. Dan sebagiuan besar R&D Indonesia didanai oleh Pemerintah (43%)
Baca Selengkapnya
 

 

 

Perkembangan Inovasi Bidang Pangan dan Pertanian

14 November 2016
 
Apa yang Harus Kita Lakukan Untuk Meningkatkan Daya Saing Pertanian Daerah dan Nasional ?
  • Kegiatan R&D terbukti berperan penting untuk meningkatkan daya saing pangan dan pertanian menghadapi dan memenangkan persaingan di era globalisasi ekonomi.
  • Membangun budaya, mengembangkan dan meningkatkan kapasitas R&D tidak mungkin dilakukan hanya oleh Pemerintah.
  • Diperlukan kerjasama dan sinergi dengan pelaku usaha, baik PMDN maupun PMA, untuk secara bersama terus berinvestasi dalam kegiatan R&D di bidang pangan dan pertanian.
  • Berbeda dengan bidang sektor lainnya, peranan Pemerintah sangat vital dalam membangun R&D pangan dan pertanian.

Untuk memajukan riset dan inovasi, serta meningkatkan daya saing pangan dan pertanian, Pemerintah bersama Pemda :

1) Terus membangun dan memperbaiki infrastruktur pendukung pertanian : waduk, irigasi, pelabuhan dan jalan pendukung distribusi pangan dan hasil pertanian.

2) Memberikan insentif pajak kepada pihak industry termasuk BUMN, Swasta Nasional maupun perusahaan asing yang diharapkan akan mengggunakan teknologi dalam negeri dan/atau mentransfer teknologi dari luar negeri ke Indonesia.

 

Baca Selengkapnya
 

 

Dukungan Kebijakan Untuk Peningkatan Kemandirian dan Daya Saing Industri Pengolahan Hasil Perikanan

14 November 2016
 
Kondisi Umum Industri Perikanan saat ini
  • Hasil perikanan yang mudah rusak, musiman dan bervariasi
  • Hasil tangkapan dan budidaya yang tersebar di daerah terpencil yang minim fasilitas
  • Sebagian besar dilakukan oleh sektor UKM dan perorangan
  • Penggunaan teknologi yang tradisional, berbiaya tinggi dan efisien
  • Pola pikir pelaku usaha yang sangat tradisional
  • Kondisi masyarakat nelayan yang sebagian besar miskin
  • Lemahnya rantai dingin dan logistik dalam tata niaga (supply chain)
  • Rendahnya nilai tambah dan minimnya diversifikasi produk hasil olahan
  • Pihak perbankan enggan untuk membiayai usaha perikanan karena resiko tinggi
  • Minimnya perhatian Pemerintah dalam pengembangan industri perikanan (subsidi, insentif, infrastruktur, penyuluhan, anggaran dsb)
  • Dikelola dengan manajemen usaha yang sangat tradisional
  • Lemahnya penguasaan pasar dan modal usaha
Baca Selengkapnya