BERITA DRN TERKINI

  

Download

 

SAMBUTAN KETUA DEWAN RISET NASIONAL

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas perkenan-Nya sehingga Buku Pemetaan Kegiatan Riset Periode Pelaksanaan 2006- 2007 ini dapat diselesaikan.

 

Buku ini merupakan salah satu upaya Dewan Riset Nasional / DRN dalam rangka melaksanakan fokus kegiatannya yaitu Pemantauan Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang dalam hal ini dikaitkan dengan Implementasi Agenda Riset Nasional / ARN 2006-2009. Dokumen ARN 2006-2009 sendiri telah disusun, diterbitkan, disosialisasikan, dan disebarluaskan oleh DRN kepada para pemangku kepentingan iptek di tanah air sejak bulan Agustus 2006.

 

Dokumen Pemetaan Kegiatan Riset Periode Pelaksanaan 2006-2007 ini merupakan hasil kegiatan selama kurun waktu 2006 dan 2007 yang pada bagian terakhir disampaikan sumbangan saran dan rekomendasi dari DRN tentang hal-hal yang perlu ditindaklanjuti secara operasional. Tujuan yang ingin dicapai oleh Pemetaan Kegiatan Riset Lembaga ini antara lain diarahkan kepada sejauh mana kegiatan riset yang tengah dan akan dilakukan (periode 2006-2009) di lembaga-lembaga riset pusat dan daerah telah selaras dengan kegiatan-kegiatan di dalam enam bidang fokus yang tertera dalam Agenda Riset Nasional 2006-2009.

 

Pemetaan Kegiatan Riset ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam rangka penyusunan database kegiatan riset yang komprehensif dan lebih baik yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan riset yang sesuai maupun untuk kepentingan pengembangan iptek lainnya. Dengan demikian, sebagai salah satu sumbangan pemikiran dari DRN, buku ini diharapkan dapat dipakai oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka pengembangan iptek nasional. Di masa mendatang, diharapkan pemetaan kegiatan riset dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga dokumen ini dapat disempurnakan secara konsisten dengan memperhatikan dinamika riset iptek di Indonesia.

 

Untuk itu, pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh mitra pemetaan yang berasal dari berbagai lembaga riset di Indonesia yang terlibat dalam kegiatan ini maupun kepada seluruh narasumber yang telah memberikan masukan-masukan yang berharga. Terima kasih secara khusus diucapkan kepada Tim Pemetaan di Sekretariat DRN yang telah mencurahkan segala daya upaya untuk pelaksanaan kegiatan ini. Juga kepada semua pihak yang telah menyumbangkan pemikiran, waktu, dan tenaga sehingga memungkinkan dapat dilaksanakannya Pemetaan Kegiatan Riset Lembaga ini. Terima kasih untuk dedikasinya.

 

Semoga Tuhan selalu memberkahi kita semua dan selamat bekerja.

 

Jakarta, Desember 2007

 

 

 

 

Ketua Dewan Riset Nasional

 

 

 

 

 

 

Mahdi Kartasasmita

Tata Kerja & Tata Cara Pelaksanaan DRN

 
  

Download      

  

KATA SAMBUTAN

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Pada era global sekarang ini, salah satu faktor penting yang menjadi penentu daya saing sebuah bangsa adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Penguasaan Iptek dapat diperoleh melalui penelitian, pengembangan, dan penerapan teknologi yang berjenjang dan berkesinambungan. Penguasaan Iptek, mutlak diperlukan dalam upaya meningkatkan daya saing bangsa dan kesejahteraan rakyat. Pemerintah, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004- 2009, menempatkan peningkatan kemampuan Iptek sebagai salah satu agenda nasional.

   

Kita bersyukur, berbagai paket teknologi telah berhasil dikembangkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi, antara lain biofuel, pemanfaatan energi surya, PLTU skala kecil, teknologi informasi dan prototip roket antariksa. Selain itu, penelitian, pengembangan dan penerapan melalui Riset Unggulan Terpadu untuk berbagai bidang penelitian, seperti pertanian dan pangan, kesehatan, lingkungan, kelautan, energi dan bidang teknologi informasi dan mikroelektronika, terus dikembangkan.

 

Tersusunnya buku Agenda Riset Nasional (ARN) merupakan pedoman, sekaligus ukuran capaian dari seluruh kegiatan penelitian dan pengembangan Iptek, yang dilakukan oleh para peneliti dan akademisi bangsa kita. Buku ini, di samping memberikan penekanan pada tahapan capaian jangka menengah, juga meletakkan dasar-dasar agenda riset jangka panjang yang diperlukan untuk mengembangkan Iptek di tanah air, seiring dengan percepatan pembangunan dan kemajuan pesat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.Silahkan mendownload dokumen dengan mengklik link Agenda Riset Nasional 2006-2009.

 

Saya menyambut baik terbitnya buku “Agenda Riset Nasional”. Buku ini, berisi agenda riset yang perlu dikembangkan oleh bangsa dan negara kita, baik di masa sekarang maupun pada masa yang akan datang. Apa yang menjadi agenda riset nasional, seperti ketahanan pangan, sumber energi baru dan terbarukan, teknologi dan manajemen transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, teknologi pertahanan dan keamanan, serta teknologi kesehatan dan obat-obatan, merupakan agenda penting yang merupakan penerjemahan dari kebijakan riset nasional.

 

Saya berharap, agenda riset yang tertuang dalam buku ini, dapat menjadi rujukan bagi para peneliti, akademisi, praktisi, para pengambil kebijakan, dan seluruh komponen bangsa dalam meneliti, mengembangkan, dan memanfaatkan teknologi yang kita miliki dan akan kita terus kembangkan.

Akhirnya, saya mengucapkan selamat atas terbitnya buku “Agenda Riset Nasional”. Semoga dengan terbitnya buku ini dapat membuka cakrawala Iptek sebagai sarana menuju kekuatan utama untuk meraih kesejahteraan, keamanan, dan kedaulatan bangsa dan negara kita.

 

Terima kasih.

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jakarta, Agustus 2006

 

 

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

 

 

 

 

DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

 

 

 

 

   

Download

 

 

  Kata Pengantar

 

Pada era globalisasi dewasa ini, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) merupakan salah satu faktor penting yang sangat menentukan kemampuan daya saing suatu bangsa.

Hal ini dapat dilihat dari kecenderungan yang terjadi yakni pergeseran paradigma pembangunan ekonomi, dari pembangunan ekonomi yang berbasis sumber daya menjadi berbasis pengetahuan. Dalam konteks ini, penguasaan iptek menjadi sangat strategis sebagai instrumen untuk meningkatkan daya saing bangsa secara berkelanjutan.

                             

Pembangunan iptek pada hakekatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka membangun peradaban bangsa. Pembangunan iptek dalam rangka pembangunan nasional perlu dilakukan secara lebih terarah dan terpadu, agar hasilnya dapat bermanfa at yang sebesar- besarnya bagi kepentin gan masyarakat dan bangsa. Untuk mewujudkan hal ini perlu dilakukan pengembangan secara simultan terhadap sistem nasional penelitian, pengembangan, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (Sisnas P3 Iptek) yang mengandung dan membentuk keterkaitan yang tidak terpisahkan dan saling memperkuat antara unsur-unsur kelembagaan, sumber daya, serta jaringan iptek dalam satu kesatuan yang utuh di lingkungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengembangan Sisnas P3 Iptek sangat strategis untuk mendukung peningkatan daya saing bangsa secara keseluruhan.

 

Penyusunan arah dan prioritas pembangunan iptek, baik nasional maupun daerah, merupakan langkah strategis yang perlu dilakukan agar implementasi dari Sisnas P3 Iptek dapat optimal dalam mendukung pembangunan iptek nasional. Dalam UU No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, secara eksplisit dijelaskan mengenai pentingnya penyusunan arah dan prioritas pembangunan iptek, baik nasional maupun daerah. Untuk membantu pemerintah dalam menyusun arah serta kebijakan pembangunan iptek, maka Pemerintah Pusat diberi kewenangan untuk membentuk Dewan Riset Nasional (DRN), sedangkan Pemerintah Daerah diberi kewenangan untuk membentuk Dewan Riset Daerah (DRD).

 

Dengan demikian, dalam konteks otonomi daerah, pembentukan DRD sangat strategis untuk mendukung peningkatan daya saing daerah melalui pemberdayaan lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan di daerah. Pembentukan DRD dimaksudkan sebagai pranata yang dibentuk oleh Pemerintah Daerah untuk memperkuat perwujudan otonomi daerah di bidang iptek.

 

Pengembangan dan pemberdayaan DRD merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing daerah yang pada gilirannya akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi peningkatan daya saing bangsa secara keseluruhan. Agar pengembangan dan pemberdayaan DRD dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien maka perlu dibuat suatu panduan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pembentu kan dan penyelenggaraan DRD. Untuk mendukung hal ini, Kementerian Negara Riset dan Teknologi bersama dengan Dewan Riset Nasional menyusun buku "Pedoman Panduan Pembentukan & Penyelenggaraan DRD" ini yang dapat digunakan sebagai salah satu bahan acuan bagi Pemerintah Daerah dalam pembentukan dan penyelenggaraan DRD sebagai lembaga publik yang profesional. Dengan terbentuknya DRD sebagai lembaga iptek di daerah, diharapkan pelaksanaan pembangunan iptek di daerah dapat berkontribusi secara signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di masing-masing daerah.

 

 

 

Jakarta,   Juli 2007

 

 

Tim Penyusun

 

 

 

 

Download  

KATA PENGANTAR

KETUA DEWAN RISET NASIONAL

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terbitnya buku “IPTEK UNTUK INDONESIA SEJAHTERA, BERDAULAT & BERMARTABAT : Bunga Rampai Pemikiran Anggota Dewan Riset Nasional 2014”. Buku ini merupakan salah satu wadah bagi Anggota Dewan Riset Nasional (DRN) untuk menuangkan ide dan pemikiran tentang pengembangan dan pemanfaatan IPTEK untuk pem­bangunan nasional, yang diterbitkan setiap akhir tahun.

DRN merupakan Lembaga Non Struktural yang membantu pemerintah dalam merumuskan arah, prioritas utama, dan kebijakan strategis pembangunan nasional IPTEK. Dalam melaksanakan tugas tersebut, anggota DRN 2012-2014 yang terdiri dari 56 anggota dari unsur akademisi, bisnis dan pemerintah melaksanakan berbagai diskusi, FGD, Seminar dan pengamatan lapangan. Kegiatan lintas disiplin ilmu dan lintas unsur kelembagaan IP­TEK dalam wadah DRN telah melahirkan ide-ide terobosan yang dituangkan dalam bentuk tulisan dalam buku ini.

Sesuai dengan Komisi Teknis (Komtek) yang ada di DRN yaitu bidang Pangan, Ener­gi, Transportasi, TIK, Hankam, Kesehatan dan Obat, Material Maju, dan Sosial Humaniora, artikel yang dituangkan dalam buku ini diwarnai oleh latar belakang tersebut. Meskipu de­mikian, sejalan dengan perkembangan situasi di tingkat nasional yang baru saja mengalami pergantian pemerintahan baru, maka beberapa tulisan mengulas pemikiran tentang kebijakan pembangunan IPTEK, revolusi karakter bangsa, dan pengembangan IPTEK untuk daya saig dan kesejahteraan bangsa.

Penerbitan buku ini dapat terwujud atas partisipasi aktif para anggota DRN dan kerja keras Sekretariat DRN yang terus memfasilitasi kegiatan DRN. Atas jerih payah yang telah dilakukan, kami mengucapkan terima kasih. Kami berharap buku ini dapat bermanfaat seba­gai referensi sekaligus pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan DRN pada periode 2014, khususnya dalam memberikan masukan bagi pembangunan IPTEK khususnya penguatan kegiatan riset untuk Indonesia yang lebih sejahtera, berdaulat dan bermartabat.

Jakarta, Desember 2014

Pj. Ketua Dewan Riset Nasional

 

Ir. Betti Alisjahbana