BERITA DRN TERKINI

Download

 

Kata Pengantar

 

Pertama-tama ingin kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas  berkah karunia dan ijinNya maka perangkat Open Method of Research Coordination/OMRC- Metode Koordinasi Riset Terbuka telah dapat diselesaikan dan siap untuk disebarluaskan dan diimplementasikan.

Pengembangan OMRC ini berawal dari temuan pada Pemetaan Kegiatan Riset oleh DRN tahun 2006-2007 di berbagai lembaga riset baik tingkat Pusat maupun di seluruh Indonesia (yang diwakili oleh 10 daerah terpilih).  Temuannya antara lain yaitu banyaknya hasil-hasil riset yang dapat mengisi spektrum kegiatan riset dalam mendukung suatu topik besar riset tertentu, sayangnya kegiatan-kegiatan riset tersebut dilaksanakan tanpa koordinasi. Ditambah lagi dengan temuan tentang total dana penelitian yang cukup signifikan ditengah isu keterbatasan dana riset. Kenyataan tersebut terutama tentang kurangnya koordinasi riset, menghasilkan suatu gagasan untuk mencari suatu tools yang dapat dipakai untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas.

Untuk itulah kemudian dikembangkan OMRC, yang sebetulnya diadopsi dari Open Method Coordination/OMC yang telah dikembangkan oleh Uni Eropa (yang terdiri dari dua puluhan Negara) untuk melaksanakan suatu kegiatan bersama dalam mencapai suatu tujuan tertentu yang telah disepakati. OMRC merupakan suatu instrumen koordinasi sehingga kemudian dilengkapi dengan kemampuan interaktif (seperti bentuk/social network) dalam rangka memenuhi tahapan alamiah menuju koordinasi (terhubung/connected, komunikasi/communication, berkerjasama/collaboration, berkoordinasi/coordination).

Buku ini merupakan pedoman untuk pengguna OMRC untuk selanjutnya dapat diikuti oleh sebanyak-banyaknya periset, pengguna hasil-hasil riset, serta pihak-pihak lainnya yang terkait sehingga diharapkan salah satu permasalahan pembangunan Iptek di Indonesia dapat teratasi.

Tentu saja masih diperlukan pengembangan dan penyempurnaan OMRC, oleh karena itu masukan dan saran-saran sangat kami harapkan.

Perkenankan kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mewujudkan OMRC.

Jakarta, April 2011

Tim Pengembangan OMRC

 

Download

 

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 yang diluncurkan pada bulan Mei 2011 oleh Presiden Republik Indonesia, merupakan salah satu pedoman yang digunakan oleh pemerintah dalam melakukan percepatan pembangunan Negara Republik Indonesia menuju Negara yang adil dan makmur di tahun 2025.

MP3EI menitikberatkan pada percepatan transformasi ekonomi dengan pendekatan peningkatan value added, mendorong investasi, mengintegrasikan sektoral dan regional, serta memfasilitasi percepatan investasi swasta sesuai kebutuhannya. 

Di lembaga litbang pemerintah dan swasta ada sekitar 8000 an kegiatan riset yang dibiayai oleh Negara dan saat ini telah didokumentasikan dalam OMRC (Open Method of Research Coordination) dalam situs Dewan Riset Nasional (DRN). Riset diberbagai bidang yang telah dilakukan oleh ilmuwan-ilmuwan Indonesia perlu diklasifikasikan serta dihubungkan keterkaitannya dengan 8 (delapan) Program Utama MP3EI yang dijabarkan dalam 22 (duapuluh dua) Kegiatan Ekonomi Utama, serta 396 (tiga ratus sembilan puluh enam) daftar infestasi infrastruktur pada 6 (enam) koridor ekonomi.

Tujuan kajian ini adalah untuk menghubungkan keterkaitan kegiatan riset yang telah didokumentasikan dalam OMRC dengan 8 (delapan) Program Utama MP3EI, 22 (duapuluh dua) kegiatan ekonomi utama serta keterkaitannya dengan 6 (enam) kawasan koridor ekonomi. Sehingga dapat diketahui seberapa besar kegiatan riset yang mendukung MP3EI.

Jakarta,  Oktober 2011

Hormat kami,

Koordinator   :   Dr. Ir. Agus Hartanto, M.Eng

Anggota         :   1. Ir. Hari Satrio Basuki

                            2. Ir. Mustari

                            3. Henny Sudibyo, M.Eng

 

 

Download

 

KATA PENGANTAR

KETUA DEWAN RISET NASIONAL (DRN)

Kegiatan penelitian, pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak saja menjadi tugas banyak pihak seperti lembaga-lembaga penelitian dan perguruan tinggi, pemerintahan, dan industri pada tingkat pusat, tetapi juga sangat perlu dilaksanakan oleh badan-badan serupa pada tingkat daerah. Hal ini terutama mengingat sistem otonomi daerah yang dianut Indonesia, serta pula Undang-undang No.18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Di samping Dewan Riset Nasional (DRN) pada tingkat pusat, terdapat pula Dewan Riset Daerah (DRD) pada tingkat daerah. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan kegiatan riset dan teknologi ialah hubungan yang lancar antara pusat dan daerah. DRN menggagas kajian tentang aspek tersebut yang menjadi dasar bagi penyusunan buku Jejaring Pusat dan Daerah: Perspektif Kelembagaan dan Kebijakan. Buku ini dimaksudkan untuk memperkukuh pemahaman sebagai landasan guna menyiapkan bahan masukan bagi Menteri Riset dan Teknologi, terutama yang berkaitan dengan perumusan kebijakan nasional. Di samping itu, buku ini diharapkan dapat memperkaya khasanah bacaan bagi mereka yang tertarik atau memerlukan tambahan pengetahuan mengenai jejaring riset antara pusat dan daerah. Sebagai penyusun telah bertindak Ir. Atang Sulaeman MSi. yang banyak menekuni masalah kelembagaan difusi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Atas segenap jerih payah kerjasama, dukungan dan bantuan dari pihak- pihak yang terlibat dalam persiapan dan penerbitan buku ini, kami mengucapkan terima kasih. Kami berharap buku ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi segenap pihak yang berkaitan dengan kegiatan ilmu pengetahuan, riset dan teknologi, khususnya dalam kaitannya dengan perwujudan hubungan yang kondusif dan sinergis antara pusat dan daerah.

 

Jakarta, Agustus 2010

Ketua Dewan Riset Nasional

Prof. Dr. Ir. Andrianto Handojo

Jakarta, Agustus 2010

Ketua Dewan Riset Nasional

Prof. Dr. Ir. Andrianto Handojo

 

 

Download Laporan Akhir Masa Tugas DRN Periode 2009-2011

KATA PENGANTAR

 

DRN adalah lembaga non struktural yang dibentuk oleh pemerintah untuk menggali pemikiran dan pandangan dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Dewan ini bertugas merumuskan arah dan prioritas utama pembangunan iptek serta memberikan berbagai pertimbangan bagi penyusunan kebijakan strategis pembangunan nasional iptek.

Pada periode 2009 – 2011, DRN beranggotakan 100 ahli pada berbagai bidang  dan dari berbagai latar belakang / kalangan, yaitu para Akademisi, Pebisnis dan  Pemerintah (Academician, Business and Government / ABG). Dalam melaksanakan tugas seluruh anggota dibagi ke dalam 8 Komisi Teknis (Komtek), yaitu: (i) KomtekKetahanan Pangan, (ii) Komtek  Energi, (iii) Komtek  Teknologi dan Manajemen Transportasi, (iv) Komtek  Teknologi Informasi dan Komunikasi, (v) Komtek  Teknologi Pertahanan dan Keamanan, (vi) Komtek  Teknologi Kesehatan dan Obat, (vii) Komtek  Sains Dasar, dan (viii) Komtek  Sosial Kemanusiaan.

DRN 2009-2011 mempunyai Fokus Tugas yang diatur melalui Keputusan Menteri Riset dan Teknologi Nomor 001/M/Kp/I/2010, dan dalam rangka  mengoptimalisasi peran DRN untuk mendukung Program Kementerian Riset dan Teknologi dalam penguatan Sistem Inovasi nasional (SINas), maka dikeluarkan Keputusan Menteri Riset dan Teknologi Nomor 76/M/Kp/II/2011 tentang Fokus Tugas Dewan Riset Nasional 2009 – 2011. Adapun fokus tugas DRN terdiri dari : 1) Membantu Menteri dalam merumuskan arah dan prioritas utama pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi dan penyusunan Agenda Riset Nasional; 2) Memberikan berbagai pertimbangan kepada Menteri dalam penyusunan Kebijakan Strategis Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Jakstranas Iptek), Sistem Inovasi Nasional (SINas), dan kebijakan strategis ilmu pengetahuan dan teknologi lainnya; 3) Pemantauan umum perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional; 4) Penegakan norma ilmiah riset nasional; 5) Pengusulan penerima penghargaan riset kepada Menteri.

Dalam kerangka Fokus Tugas DRN 2009-2011 itulah berbagai kegiatan dilakukan seperti: a) Penyusunan Agenda Riset Nasional 2010-2014; b) Memberikan masukan berupa berbagai pertimbangan antara lain: tentang Pendanaan Litbang Alternatif untuk Penguatan SINas, Dukungan Iptek dalam MP3EI, Upaya tentang pemenuhan hak Anggota DRN, Materi tentang Revitalisasi DRN, Usulan Keanggotaan DRN 2012-2014; c) Melaksanakan Pemantauan Umum Perkembangan Iptek berupa pertimbangan dan rekomendasi dari ke-8 Komisi Teknis, Pengembangan Open Method of Research Coordination / OMRC, Koordinasi dan kemitraan dengan lembaga-lembaga nasional termasuk DRD di berbagai daerah maupun dengan lembaga internasional seperti OECD, World Bank dan Forum Implementasi Hasil Riset untuk pengentasan kemiskinan di lingkungan ASEAN (iBoP Asia); d) beberapa kegiatan terkait Penegakan Norma Ilmiah Riset, serta e) beberapa kegiatan terkait Pengusulan Penerima Penghargaan Riset, dan lain-lain.

Berbagai kegiatan tentunya diharapkan dapat dilanjutkan sehingga berkesinambungan oleh DRN 2012-2014, sehingga hal-hal yang telah dirintis dapat diselesaikan lebih tuntas. Beberapa kegiatan lagi membutuhkan pengelolaan terus menerus seperti perangkat OMRC, kemitraan dengan DRD dan lembaga-lembaga lainnya. Juga diharapkan dapat dilakukan peningkatan kualitas staf Sekretariat DRN agar pelaksanaan tugas-tugasnya di masa mendatang dapat berjalan lebih baik lagi.

Akhirnya, tentu dalam melaksanakan berbagai kegiatan tersebut banyak hal-hal yang kurang berkenan, untuk itu pada kesempatan ini dimohonkan maaf yang sebesar-besarnya. Tidak lupa pada kesempatan ini dihaturkan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ketua DRN Prof. Dr. Ir. Andrianto Handojo, Wakil Ketua DRN Ir. Betti Alisjahbana, para Ketua Komisi Teknis DRN, seluruh pihak atas sumbang fikir kepakaran, juga bagi dedikasi tak kenal lelah para anggota Tim Asistensi serta untuk Kepala dan  staf Sekretariat DRN.

Semoga Laporan Akhir Masa Tugas ini dapat bermanfaat sebagai masukan bagi pelaksanaan tugas-tugas DRN Periode 2012-2014.

Jakarta,   15 Desember  2011

                                                                                      Sekretaris Dewan Riset Nasional

                                       

                                                                                         Dr. Ir. Tusy A. Adibroto, MSi

 

Download

 

KATA PENGANTAR

KETUA DEWAN RISET NASIONAL

Berangkat dari istilah Sistem Inovasi Nasional, diperlukan lebih lanjut pemahaman seluk beluknya dan pembahasan mengenai usaha implementasinya.

Istilah itu sendiri terdapat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 yang tertuang sebagai Peraturan Presiden No.5 Tahun 2010. Sementara secara ringkas, sistem inovasi diartikan sebagai jaringan berbagai elemen atau pelaku yang interaksi bersamanya mendorong modifikasi dan pemakaian teknologi-teknologi baru secara bermanfaat bagi ekonomi negara.

Kiranya jelas bahwa hubungan kerjasama atau kemitraan antara berbagai pihak yang terlibat merupakan syarat yang perlu didalami demi penguatan sistem inovasi yang ditujukan pada peningkatan daya saing.

Melanjutkan sejumlah kajian, lokakarya dan diskusi yang intensif mengenai Sistem Inovasi Nasional selama ini, Dewan Riset Nasional (DRN) menggagas penerbitan buku yang mengupas aspek kemitraan dalam sistem inovasi. Buku Kemitraan dalam Penguatan Sistem Inovasi Nasional dimaksudkan untuk memperkukuh pemahaman sebagai landasan guna mengusulkan masukan kebijakan di bidang riset dan teknologi yang merupakan tugas DRN. Di samping itu, buku ini diharapkan dapat memperkaya khasanah bacaan bagi mereka yang tertarik atau memerlukan tambahan pengetahuan mengenai sistem inovasi. Sebagai penyusun telah bertindak Dr.Ir. Tatang Akhmad Taufik, seorang ahli dalam kebijakan teknologi.

Atas segenap jerih payah kerjasama, dukungan dan bantuan dari pihak- pihak yang terlibat dalam persiapan dan penerbitan buku ini, kami mengucapkan terima kasih. Kami berharap buku ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi segenap pihak yang berkaitan dengan kegiatan ilmu pengetahuan, riset dan teknologi, khususnya dalam penguatan Sistem Inovasi Nasional Indonesia yang berkelanjutan.

Jakarta, September 2010

Ketua Dewan Riset Nasional

 

Prof.Dr.Ir. Andrianto Handojo