BERITA DRN TERKINI

Download

KATA PENGANTAR

 

Dalam Agenda Riset Nasional (ARN) 2010 – 2014 dituliskan Semangat Pembangunan Iptek sebagai  penekanan pada upaya kegiatan iptek berdasarkan prioritas dalam RPJMN 2010 – 2014.

Jika prioritas pembangunan iptek bertumpu pada bidang – bidang yang sifatnya lebih sektoral yaitu 1) Ketahanan Pangan, 2) Energi, 3) Teknologi Informasi dan Komunikasi, 4) Teknologi dan Manajemen Transportasi, 5) Teknologi Pertahanan dan Keamanan, 6) Kesehatan dan Obat, serta 7) Material Maju, maka Semangat Pembangunan Iptek ditujukan untuk kemanfaatannya secara lintas sektoryaitu a) terkait dengan upaya pengentasan kemiskinan (pro-poor technology) yang juga merupakan amanat Millenium Development Goals 2015 ; b) terkait dengan kesadaran akan potensi kelautan Indonesia yang sedemikian besar, bahkan Indonesia sering disebut sebagai Benua Maritim, dan c) pentingnya upaya orientasi pada kelestarian fungsi – fungsi lingkungan dan besarnya potensi kebencanaan mengingat posisi geografis Indonesia dalam ‘ring of fire’.

Buku Pengembangan Pusat Keunggulan Maritim – Selat Malaka Menuju Masyarakat Berbasis Pengetahuanini merupakan hasil kajian sebagai upaya agar pembangunan iptek dapat memenuhi ketiga amanat pembangunan iptek tersebut.  Kajian berawal dari isu kemaritiman karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan panjang pantai mencapai 81.000 km – nomor 2 terpanjang di dunia setelah Kanada, sehingga orientasi pembangunan perlu memperhatikan potensi besar kemaritiman tersebut.  Kemudian sebagai inti kajian adalah upaya melihat pembangunan dengan paradigma baru melalui pendekatan RGB (red-green-blue) yaitu segala kegiatan pembangunan hendaknya mempertimbangkan nilai tambah ekonomi, sekaligus memperhatikan kelestarian fungsi – fungsi lingkungan dan mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi maupun menikmati hasil – hasil pembangunan.  Kajian ini juga dikaitkan dengan upaya agar pembangunan ditujukan dalam rangka menurunkan angka kemiskinan (pro-poor technology).  Selain itu diperhatikan perkembangan terakhir yaitu pelaksanaan MP3EI.

Kajian awal PKM-SM ini diharapkan dapat menarik minat berbagai lembaga untuk ikut serta berpartisipasi dalam kajian lanjutan PKM-SM sampai terwujudnya sinergi berbagai lembaga terkait menuju pembangunan masyarakat berbasis pengetahuan.  Dalam hubungan ini sejak awal perlu dipersiapkan infrastruktur seperti kesiapan di bidang teknologi informasi pada lembaga – lembaga terkait maupun masyarakat umum.  Hal terakhir ini sesuai dengan arah pembangunan bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi di sentra – sentra pertumbuhan ekonomi sebagaimana tercantum dalam ARN 2010-2014.

 

Semoga buku ini dapat bermanfaat

  Jakarta,  Oktober 2011

        Ketua Dewan Riset Nasional