BERITA DRN TERKINI

 

Jakarta (19/2/16) – Kemenristekdikti melakukan terobosan baru bagi pengembangan riset di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dalam pelaksanaan riset, demikian keterangan Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan saat Konferensi Pers di Gedung D lantai 2, Senayan, Jakarta.

Terobosan baru tersebut adalah melalui adanya akun barang dengan perlakuan khusus untuk riset, Mekanisme Block Grant, dan adanya SBK (dengan klasifikasi Manuscript, model, Publikasi Nasional, Publikasi Nasional Terakreditasi, Publikasi Internasional, Publikasi Internasional bereputasi, Riset berbasis inovasi berdasar tingkat kesiapan teknologi, dsb.)

Disampaikan oleh Dimyati bahwa ternyata lebih dari separuhnya 58% sumber teknologi utama itu yang digunakan di indonesia itu berasal dari luar negeri. Artinya dominasi inovasi ada di Republik Indonesia masih berasal dari luar negeri.  “Padahal kita punya peneliti begitu banyaknya punya perguruan tinggi, lebih banyak dari perguruan tinggi Negara ASEAN tapi faktanya inovasi yang berasal dari riset yang digunakan di indonesia banyak berasal dari luar negeri. Uang yang dikumpulkan dinegeri ini, keluar untuk bayar royalty ke luar negeri.”

Berita Selengkapnya... (Sumber: ristekdikti.go.id)