BERITA DRN TERKINI

Pada Selasa, 15 April 2014, DRN kedatangan tamu dari Sekretariat DRD Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Ir. Yvonne M. Salindeho, M.Si (Kasubid Data dan Informasi , Balitbangda Prov. Sulsel) dan Muthya Diana, SP, M.Adm. Pemb. (Staf Data dan Informasi , Balitbangda Prov. Sulsel) dan diterima oleh Staf Profesional Hartaya, ST dan didampingi oleh Kabag TU DRN di Ruang Rapat DRN.

Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk melakukan koordinasi dan konsultasi terkait tugas pokok dan pelaksanaan Kegiatan Dewan Riset Daerah Provisinsi Sulawesi Selatan dengan Sekretariat Dewan Riset Nasional.

Pada penjelasannya Hartaya, ST, MT, mengatakan bahwa memang agak berbeda antara Dewan Riset Daerah Prov. Sulsel dan DRN karena DRN pengelolaannya langsung ditangani oleh Kepala Bagian TU DRN (Eselon III), dibawah

Biro Perencanaan, Sekretaris Menteri Riset dan Teknologi , sedangkan DRD Prov. Sulsel ditangani oleh Kasubid Data dan Informasi Balitbang Prov. Sulsel. Pada intinya disarankan agar setiap kegiatan/program yang ada didalam DIPA DRN ataupun DRD harus dikoordinasikan dan dikomunikasikan dengan seluruh anggota DRN demikian juga dengan DRD melalui Badan Pekerja DRN/DRD agar pelaksanaannya mudah dipertanggungjawabkan. Pada akhir pembicaraan tersebut, Sekretariat DRN mengundang Sekretariat DRD untuk dapat hadir dalam “Seminar DRD” yang akan dilaksanakan menjelang Sidang Paripurna I DRN pada Juni 2014 mendatang.

Kunjungan Dewan Riset Daerah Provinsi Jawa Barat yang terdiri dari Ketua DRD, Prof. Dr. Soemarto, MSIE, Wakil Ketua DRD, Ir. Wendi Wardani, MM, Anggota DRD : Dr. Yudi Garnida, MS, Dr. Rochadi Tawaf, MS, Dr. Nandang Sunandar, MP, Dr. H. Sugiyanto, SE, M.Sc, Ir. Eddy Permadi, Dr. Ilyas Suratman, CES, DEA dan dari Sekretariat DRD Noviani Eka M, ST di Sekretariat Dewan Riset Nasional diterima oleh Ketua DRN Prof. Dr. Andrianto Handojo, Sekretaris DRN Dr. Iding Chadir, M.Sc dan Staf Profesional DRN pada tanggal 4 Maret 2014 di Ruang Rapat Dewan Riset Nasional Lantai 1 Gedung I BPPT, Jakarta.

Anggota DRD Provinsi Jawa Barat ini telah selesai masa jabatannya pada bulan Desember 2013, sehingga kunjungan ini bertujuan untuk tukar menukar informasi berkaitan dengan rencana penggantian Anggota DRD yang baru yaitu untuk periode 2014 – 2017, dengan status menunggu Surat Keputusan Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat.

Acara dimulai dengan saling memperkenalkan antar dua belah pihak. Acara dilanjutkan dengan presentasi oleh Sekretaris DRN tentang Dewan Riset Nasional dan diakhiri dengan diskusi.

Pada dasarnya DRD Provinsi Jawa Barat telah banyak melakukan kegiatan, dan hasilnya telah dituangkan ke dalam beberapa buku antara lain berjudu l: (i) Prioritas Riset dan Teknologi Daerah di Bidang Iptek, (ii) Pembangunan Jawa Barat Berbasis Ketahanan Pangan, dan (iii) Data Informasi Hasil-Hasil RISTEK. Namun demikian, peran DRD dirasakan belum optimal sehingga DRD Provinsi Jawa Barat ke depan (periode 2014-2017) diharapkan dapat bekerja lebih baik untuk pembangunan Iptek dalam rangka mencari solusi berbagai permasalah di Provinsi Jawa Barat.

Rangkuman hasil diskusi pada pertemuan ini adalah bahwa secara internal DRD Provinsi Jawa Barat masih menghadapi berbagai kendala berkaitan dengan peran DRD, Anggaran dan Status kelembagaannya. Pada dasarnya Gubernur Provinsi Jawa Barat sangat mendukung kegiatan DRD, sehingga dirasakan perlu ditingkatkan komunikasi, advokasi dan memberikan masukan / rekomendasi atas berbagai hal terkait dengan pembangunan ekonomi berbasis Iptek di Provinsi Jawa Barat.

Pertemuan sepakat untuk beker jasama dalam pelaksanaan Sarasehan Teknologi Bersama yang akan digelar di Jawa Barat pada pertengan tahun 2014 ini. [sn/sp]

 

Pada hari Rabu, 12 Juni 2013 Ketua Dewan Riset Nasional yang didampingi oleh Prof. Suyanto Pawiroharsono dan Ir.Suryanto telah menerima kunjungan Ketua Dewan Riset Daerah Maluku Utara, Dr. Gufran Ali Ibrahim, MS di Ruang Rapat Dewan Riset Nasional, Jakarta.

Tujuan kunjungan tersebut adalah dalam rangka konsultasi penyusunan Agenda Riset Daerah di Provinsi Maluku Utara. DRD Maluku Utara  dibentuk berdasarkan Keputusan  Gubernur Maluku Utara Nomor 165/KPTS/MU/2012, tanggal  8 Maret 2012. Saat ini DRD Maluku Utara yang beranggotakan 100 orang sedang mempersiapkan Agenda Riset Daerah Provinsi Maluku Utara.

Pada kesempatan ini DRN menyerahkan buku-buku yang telah diterbitkan DRN, yaitu : (i) Jejaring Riset Pusat dan Daerah, (ii) Riset Untuk Keunggulan dan Daya Saing Bangsa, (iii) Mainstreaming Iptek Pembangunan Nasional. Buku-buku tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai referensi penyusunan Agenda Riset Daerah Provinsi Maluku Utara. (sp)

Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Bengkulu berkunjung ke Sekretariat Dewan Riset Nasional (DRN) pada Selasa, 22 Juli 2013; yang dipimpin oleh Ir. Bandi Hermawan, MSc, PhD - Ketua DRD Prov Bengkulu dan Nurdin Gultom SE- Wakil Sekretaris II DRD Provinsi Bengkulu. Kunjungan tersebut diterima Dr. Ir. Iding Chaidir MSc selaku Sekretaris DRN dan Ir. Hartaya MT, Staf Profesional DRN.

Dalam kunjungan tersebut , Ketua DRD Bengkulu memperkenalkan  DRD Bengkulu periode 2013-2017 yang ditetapkan oleh Gubernur bengkulu melalui Keputusan Nomor P.81.XXXII Tahun 2013, tanggal 25 Februari 2013. DRD Bengkulu terdiri dari tujuh Komisi bertugas  memberikan masukan ke Gubernur, baik dengan mekanisme top down (permintaan masukan oleh Gubernur ) dan bottom up (isu yg berkembang disampaikan ke Gubernur). Kunjungan ini, juga untuk mengetahui agenda DRN yang terkait dengan DRD, agar DRD dapat menyesuaikan agenda kegiatannya.  Disampaikan juga bahwa pembiayaan DRD Bengkulu disediakan melalui Badan Penelitian, Pengembangan dan Statistika Daerah (Balitbang Stada). Di samping itu, DRD Bengkulu mendapat tugas untuk pengawalan. Sistem Inovasi Daerah (SIDa) yang sebaiknya  disinkronisasi Sistem Inovasi Nasional (SiNas) dapat melalui  DRN. SIDa yang dikembangkan berdasarkan komoditas lokal, yaitu: gula aren, kopi, kayu sengon, umbi-umbian, batu cincin, padi lokal unggul. Tahun 2014, DRD Bengkulu  meminta ke Kabupaten/Kota utk mengembangkan SIDa tersebut , terutama terkait dengan sumber teknologi.

Dalam pertemuannya, Sekretaris DRN Iding Chaidir, menyampaikan kegiatan DRN, yang tugas utamanya adalah memberikan masukan tentang arah, prioritas utama dan kebijakan strategis pembangunan iptek kepada Pemerintah, melalui Menristek, dalam bentuk Jakstranas Iptek dan ARN 2015-1019. Dalam kaitannya dengan kegiatan DRD, DRN mempunyai salah satu fokus tugas yaitu menjalin hubungan kemitraan dengan DRN dalam kerangka harmonisasi dan sinkronisasi kebijakan sistem Inovasi di tingkat nasional dan daerah. Dalam kesempatan itu Ketua DRD Bengkulu mengharapkan dukungan baik dari DRN maupun dari Kementerian Ristek serta LPNK-Ristek untuk implementasi SIDa di kabupaten-kabupaten di Bengkulu. (Hty)

Sumberdaya manusia Mentawai dan pemerhati Mentawai yang terserak di berbagai daerah perlu disinergikan dengan menjadikan kearifan lokal masyarakat Mentawai sebagai basis pembangunan daerah Kabupaten Mentawai adalah salah satu dasar pemikiran perlunya Kabupaten Mentawai mempunyai Dewan Riset  Daerah (DRD) untuk mendukung kebijakan pembangunan Kabupaten Mentawai, yang disampaikan Ibu Prita Wardhani, Kepala Bappeda Kabupaten Mentawai yang didampingi Ibu Rosidah, Kepala Bidang Statistik dan Litbang Bappeda Kabupaten Mentawai, saat berkunjung ke Sekretariat Dewan Riset Nasional (DRN) pada hari Rabu, 13 Februari 2013.

 

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris DRN, Iding Chaidir dan Hartaya selaku Staf Profesional Sekretrait DRN. Dukungan dan kemitraan DRN terhadap  Kabupaten  Mentawai diharapkan agar terbentuk DRD Kabupaten Mentawai. Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris DRN menyerahkan beberapa buku pemikiran DRN terhadap pembangunan iptek nasional dan buku panduan pembentukan dan penyelenggaraan DRD sebagai dukungan awal terhadap rencana pembentukan DRD Kabupaten Mentawai (HI).