BERITA DRN TERKINI

Kunjungan kerja staf profesional DRN ke DRD Kalsel pada tanggal 13 November 2012 bertujuan untuk melakukan pembaharuan data terkini terkait aktivitas kegiatan dan status keorganisasian DRD Kalsel. Sekretaris DRD Kalsel, Ir. Gusti Syahrany Noor dan salah satu anggota DRD Kalsel bidang teknologi kesehatan dan obat , Dr. Ir. Hesty Heryani, MS menerima langsung perwakilan staf profesional DRN, Ir. Hartaya, MT dan juga Ka.Bag. TU DRN, Ir. Suryanto di kantor Balitbangda Kalsel. 

Dalam kesempatan ini DRD Kalsel memberikan buku yang berjudul “Agenda Riset Daerah II (ARD II) Pembangunan Iptek di Kalsel” yang disusun oleh DRD Kalsel dan juga DRN memberikan buku Jejaring Riset Pusat & Daerah : Perspektif Kelembagaan & Kebijakan. Gusti menjelaskan bahwa ARD II Kalsel mengacu juga kepada Agenda Riset Nasional (ARN) yang disusun oleh DRN sebanyak 90%. Meskipun para peneliti di Kalsel sudah mengacu ARD akan tetapi DRD Kalsel belum bisa mengevaluasi hasil implementasi ARD II Kalsel ini, jadi saat ini masih sebatas sosialisasi.

Berdasarkan SK Gubernur Kalsel No.188.44/032/KUM/2010 tentang “Pembentukan DRD Provinsi Kalsel” menetapkan sebanyak 27 orang para pakar di Kalsel untuk menjadi anggota DRD dari berbagai kalangan yang dibagi menjadi 8 bidang fokus. Angggota DRD Kalsel mayoritas dari kalangan akademisi dan pemerintah. Saat ini Ketua DRD Kalsel diketuai oleh Prof. Dr. H. Wahyu, MS dan Wakil Ketua DRD, Prof. Dr. Indianoor Mahyudin, MS.

Sekretaris DRD Kalsel yang juga menjabat fungsional peneliti di Balitbangda Kalsel menuturkan aktifitas DRD Kalsel yang saat ini sudah berjalan selama 2 periode “Pada periode pertama yang lalu wakil ketua DRD di jabat oleh Dr. Ir. Hesty Heryani, MS yang pada periode ini menjadi anggota bidang fokus teknologi kesehatan & obat”. Dalam perjalanan DRD Kalsel selama 2 periode memiliki berbagai kendala seperti halnya DRD di provinsi atau kabupaten/kota yang lain. Selain anggaran yang minim dikarenakan masih menyatu dengan anggaran Balitbangda Kalsel , juga ada kendala yang bersifat non teknis diantaranya kurang bertemunya antar anggota DRD untuk melakukan diskusi, kendala ini diakibatkan oleh kesibukan masing-masing anggota DRD “Untuk kegiatan berdiskusi bertemu secara langsung dan lengkap agak sulit dikarenakan masing-masing anggota sibuk dengan kegiatan masing-masing selain itu juga banyak anggota DRD yang memiliki jabatan struktural di instansi lain, meskipun pada awalnya menandatangani kesediaan untuk menjadi anggota DRD Kalsel” tutur Hesty saat menjelaskan aktivitas DRD Kalsel, ditambahkan oleh Gusti Syahrany Noor “Kendala tersebut sementara ini diatasi dengan menyebarkan hasil diskusi atau informasi mengenai DRD Kalsel melalui milist dan juga kalau ada undangan untuk mengadakan pertemuan antar anggota DRD melalui SMS”. Selain itu juga SDM di kesekretariatan DRD Kalsel yang masih menyatu dengan Balitbangda Kalsel juga menjadi kendala komunikasi DRD Kalsel dengan DRN dan DRD yang lain. Meskipun begitu DRD Kalsel memiliki ruangan tersendiri untuk kegiatan kesekretariatan di kantor Balitbangda Kalsel .

Web ConferenceSekretaris DRN dengan DRD Kalsel

Disela-sela diskusi antara staf profesional DRN dengan DRD Kalsel berlangsung,  Dr. Ir. Iding Chaidir, M.Sc sebagai Sekretaris DRN yang pada saat itu berada di sekretariat DRN Jakarta ikut bergabung dan berdiskusi secara langsung melalui web conference via internet, Sekretaris DRN mengajak DRD Kalsel untuk melakukan diskusi seperti ini (web conference)  dengan DRN atau DRD yang lain tanpa harus bertemu langsung selain itu juga sebagai solusi untuk mengatasi kendala para anggota DRD yang tidak bisa datang langsung dalam rapat atau pertemuan anggota DRD. Pada kesempatan itu Sekretaris DRN menginformasikan bahwa akan ada Forum Diskusi antara DRN dengan DRD se Indonesia di Jakarta pada tanggal 11 November 2012 serta rencana akan dilaksanakannya Sidang Paripurna II Tahun 2012 Dewan Riset Nasional pada tanggal 12 November 2012 yang juga berlangsung di Jakarta.

Mengakhiri acara diskusi ini DRD Kalsel meminta saran dari DRN agar DRD Kalsel dapat berjalan dengan baik , Hartaya menanggapinya dengan memberikan beberapa masukan diantaranya “ Faktor leadership harus ditegakkan dikarenakan sifat organisasi DRD yang kolektif peran leadership ketua DRD atau pimpinan DRD sangat vital perannya untuk menjalankan roda organisasi, kemudian segera melakukan follow up secepatnya hasil-hasil diskusi atau informasi kegiatan yang lain ke para anggota dan juga stakeholders, serta lakukan komunikasi yang intensif dengan jejaring yang lain untuk memperkuat kelembagaan DRD Kalsel sendiri “ saran Hartaya.(sb)

Dalam rangka penyusunan Agenda Riset Daerah Sumatera Utara, Dewan Riset Daerah Propinsi Sumatera Utara telah menyelanggarakan Focus Group Discussion  (FGD) yang dihadiri sekitar 60 peserta dari  berbagai pihak terkait yaitu para Anggota DRD Propinsi Sumatera Utara, para Akademisi (Universitas Sumatera Utara, Universitas Budidarma), para pejabat pemerintah (Pejabat Dinas, Lembaga Riset) dan pebajat lainnya. FGD ini dibuka oleh Bapak Dr. Drs. Arsyad Lubis, MM,  Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Sumberdaya Alam dan Keuangan. 

Pada kesempatan ini, Prof. Suyanto Pawiroharsono atas nama Dewan Riset Nasional  menyampaikan presentasi  dengan judul  “Sinkronisasi Agenda Riset Nasional  2010-2014 dengan Agenda Riset Daerah  Sumatera Utara 2011-2015”.  Presentasi ini pada dasarnya merupakan  masukan untuk penyempurnaan  Agenda Riset Daerah Sumatera Utara yang sedang dalam proses finalisasi.(sp)

Dalam rangka mengetahui perkembangan Dewan Riset Daerah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), maka Dewan Riset Nasional telah melakukan pertemuan di Bappeda NAD. Pertemuan ini dibuka oleh  Ir. Hamdani, M.Si., Kepala Dinas Penelitian, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan. Dihadiri oleh 20 peserta dari berbagai pihak, baik dari Pemerintah (Bappeda, Kepala Dinas terkait, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian), Perguruan Tinggi (Universitas Syiah Kuala, IAIN Ar-Raniry).

Pada kesempatan tersebut, atas nama Dewan Riset Nasional Prof. Suyanto Pawiroharsono menyampaikan presentasi berjudul  “Penguatan Infrastruktur Iptek Melalui Dewan Riset Daerah”.  Hasil dari diskusi, disimpulkan bahwa pendirian DRD dirasakan mendesak  dan untuk itu Bappeda NAD segera akan memprakarsai pembentukan Dewan Riset Daerah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. (sp)

     Rombongan DRN yang  terdiri dari Dr. Dudi Iskandar (Staff Profesional bidang Hubungan Internasional), Sakti Nasution, SH (Asisten Komtek Sosial Humaniora), Elia Dariah (Sekretaris Ketua DRN) dan Trimono (Staf Adminintrasi) telah melakukan kunjungan kerja ke DRD Bengkulu.  Kunjungan ini dimaksudkan untuk meningkatkan komunikasi dan kerjasama antara DRN dan DRD.  Pada kesempatan pertemuan dengan Ketua DRD Bengkulu (Prof. Urip Santoso ) dan Kepala Balitbangda Bengkulu (Ir. Diah Irianti MSi) yang disertai para kepala bidang dan staf terkait diadakan presentasi dan diskusi.  Dr Dudi Iskandar mempresentasikan tentang pentingnya  Inovasi yang perlu dikembangkan dalam rangka peningkatan nilai tambah dan daya saing produksi sumber daya alam Indonesia.

Dipresentasikan juga update berbagai peraturan terkait dengan DRD, Sistem Inovasi Daerah dan berbagai kegiatan DRN yang telah dan akan dilaksanakan dalam tahun 2012.  Ketua DRD menyampaikan presentasi tentang sejarah terbentuknya DRD Bengkulu, kegiatan selama kepengurusan 2009-2012 serta hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh DRD Bengkulu.  Dari presentasi dan diskusi yang dilakukan dapat digaris bawahi beberapa hal  :

 

1.     Perlu ditingkatnya komunikasi antara DRN dengan DRD Bengkulu terkait dengan berbagai kegiatan DRN yang kurang melibatkan atau tidak sampainya informasi kegiatan DRN ke pihak DRD Bengkulu. DRD Bengkulu belum merasa dilibatkan dalam rapat DRD seluruh Indonesia di DRN? Belum mengetahui aktivitas di DRN yang bisa diikuti oleh DRD? Informasi dan hal-hal lain yang dapat diakses oleh DRD?

2.     Beberapa hambatan yang dialami oleh DRD Bengkulu antara lain :

o    Anggaran yang tersedia baru sebatas untuk kegiatan operasional, padahal DRD perlu mengkaji beberapa isu strategis di Bengkulu untuk memberikan rekomendasi kepada Gubernur.

o    DRD belum disosialisasikan secara intensif sehingga banyak instansi yang belum mengetahui adanya DRD di Bengkulu.

o    Lemahnya koordinasi DRD dengan intansi yang terkait.

o    Belum tersedianya data dasar  yang terintegrasi di Provinsi Bengkulu.

3.     DRD akan menata kembali baik kelengkapan kepengurusan, administrasi maupun peningkatan kegiatan dan peranan DRD dalam pembangunan daerah Bengkulu khusunya yang terkait dengan pengembangan penelitian dan pengembangan.

4.     DRD Bengkulu akan mengadakan pertemuan tanggal 26 November dan mengharapkan ada pihak DRN yang bisa menghadiri acara tersebut.(DI).