BERITA DRN TERKINI

 

Pengantar

Mikrokosmos

Pulau Paskah yang terkenal berkat patung-patung raksasa yang terbuat dari batu, secara jelas dapat menjadi saksi tentang apa yang  terjadi ketika kerusakan lingkungan menjadi lepas kontrol.  Ketika orang-orang Polinesia menetap di pulau itu untuk pertama kalinya (barangkali di abad ke 4 Masehi)  pulau itu tertutup hutan. Dalam waktu seribu tahun, populasi manusia telah tumbuh melebihi 5.000 orang dan hutan dengan cepat musnah.  Ketika orang-orang Eropa mencapai pulau itu pada tahun 1722, pangan dan kayu bangunan telah menjadi langka.  Pepohonan terakhir di pulau itu ditebang pada abad ke 19 dan saat ini para penduduk pulau yang tadinya berswasembada pangan kini begantung pada dunia luar demi bertahan hidup.

 
Selengkapnya

 

 

 

Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kepulauan Riau pada Kamis, 16 Februari 2017 berkesempatan mengunjungi kantor Dewan Riset Nasional (DRN) di Jakarta. Tim  Litbang terdiri dari Sukarno Perbangkara, Tri Astuti, Dedy Eka Saputra, dan Hari Prima. Adapun maksud kunjungan tersebut adalah, permohonan saran dari DRN terkait sistematis pemilihan anggota DRD, serta hak dan kewajiban yang diperoleh selama menjadi anggota. Pada kesempatan tersebut tim litbang Prov. Kepulauan Riau menyampaikan akan ada empat bidang  komisi teknis yang  dibentuk  yaitu Bidang Ekonomi Pembangunan, Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan, Bidang Inovasi dan Teknologi, serta Kemaritiman. Iding Chaidir selaku Sekretaris Jendral Dewan Riset Nasional memberikan saran bahwa keanggotaan Dewan Riset Daerah berasal dari  pemerintahan daerah, akademisi, pengusaha dan komunitas dengan komposisi yang berimbang antara satu dan lainnya. Diharapkan Dewan Riset Daerah Prov.Kepulauan Riau dapat memberikan masukan serta nasihat bagi pemerintah daerah sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan dan inovasi daerah  (AW)

 
Lihat Foto Lainnya

 

 

Pengantar

Dengan berakhirnya tahun 2016 pada tanggal 31 Desember yang lalu, maka dimulailah tanggal 1 Januari 2017.  Kita  semua merayakannya dengan sebutan old & New years, dengan banyak berkirim ucapan selamat kepada handai tolan dan banyak teman agar sukses dan bertambah sejatera ditahun yang baru.  Ternyata dalam fisika moderen dikatakan bahwa waktu itu berjalan terus dari dulu sampai sekarang dan sampai nanti.  Kita saja yang mencatatnya seperti itu, namun kesalahannya bukanlah pada perhitungannya tapi lebih kepada bagaimana kita memperingatinya.  Oleh karena itulah banyak orang sudah mulai gerah dengan peringatan tahun baru yang kadang kita lakukan dengan berlebihan.  Seperti mahluk cerdas ruang angkasa yang biasa kita sebut dengan alien sangat tidak setuju dengan perilaku manusia tersebut.

Tahun 2016 juga ditandai oleh satu kejadian tragis soal terbunuhnya sejumlah orang tidak berdosa, akibat kecerobohan para penjahat yang merampok sebuah rumah mewah di pulo mas Jakarta.  Betapa tidak, para orang jahat tersebut sebenarnya tidak ingin membunuh dalam aksinya tersebut.  Karena tidak memiliki ilmu pengetahuan yang cukup, telah berdampak kepada melayangnya 5 nyawa.  Kejadian ini tidak seharusnya terjadi seperti itu, naas sekali.  Satu hal lagi kebodohan para penjahat itu adalah terbukti dengan segera tertangkapnya mereka, akibat kamera CCTV yang mereka abaikan keberadaannya.  Kita prihatin atas tragedi tersebut, karena penjahat yang kurang pintar itu ternyata tidak melek ilmu pengetahuan dan teknologi.  Kasanya untuk berbuat jahatpun penguasaan ilmu dan teknologi ternyata diperlukan hehehehe.... (Redaksi)

 

Selengkapnya....

 

 

 

Pengantar

Tidak terasa bulan  kedua telah datang kembali di 2017 ini.  Kita bisa bilang kalau semuanya masih biasa-biasa saja, atau sudah adakah yang memang berubah ?  Karbon dioksida bukan satu satunya gas yang  berperan dalam efek rumah kaca.  Gas-gas rumah kaca lainnya mencakup uap air, CFC, metana dan nitrogen Oksida memegang peranan yang tidak kurang pentingnya.  Metana dihasilkan oleh rawa-rawa, ternak dan sampah yang terurai, sementara nitrogen oksida terutama berasal dari pembakaran bahan bakar. 

Jadi apa yang berubah ? mungkin ada perubahan tapi tidak terasa sebagian besarnya.  Politik juga telah menjadi panglima dinegeri ini, sehingga terasa nuansanya begitu kuat.  Untungnya Indonesia tidak hanya Jakarta, tapi banyak kota dan pulau.  Sebaiknya tidak ikut-ikutan mungkin adalah ajakan yang bijak sekarang ini.  Terlalu banyak berita bohong (hoax) tentunya menjadikan masyarakat Indonesia semakin dewasa, karena menjadi dewasa itu adalah pilihan (Redaksi).

 
Selengkapnya

 

 

Pengantar

Dengan bergabungnya kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup semakin tidak dirasakan bahwa sektor ini dapat diandalkan sebagai penghasil devisa, seperti dahulu.  Kehutanan seperti berubah menjadi persoalan tanah dan sosial yang tumpang tindih yang tidak pernah akan dapat diselesaikan, walaupun RTRW dan koordinatnya sudah ditetapkan.  Ditambah dengan perubahan iklim, maka lengkaplah persoalan kehutanan menjadi obyek penderita kebakaran hutan.

Padahal sejak dulu persoalan hutan adalah bagaimana menghasilkan kayu dan non kayu dalam jumlah yang cukup dan berkelanjutan. Dengan kata lain bagaimana menghasilkan kayu tanpa merusak hutan (sustain).  Ironisnya sekarang lebih banyak rimbawan mengurusi persoalan sosial daripada kehutanan.  Dan tidak hanya di kehutanan, tapi dihampir semua bidang, seperti pertanian, perikanan dan banyak lagi.  Padahal kita tahu bahwa persoalan sosial lebih banyak didominasi oleh persoalan kesejahteraan dan pemberantasan kemiskinan.  Dengan kata lain persoalan kehutanan adalah masalah keilmuan yang banyak terlupakan selama ini, entah sampai kapan seperti masalah kayu, satwaliar, tumbuhan obat atau keanekaragaman hayati yang hanya kita di daerah tropis yang punya.  Hutan yang menghasilkan sesuatu dan terjaga kelestariannya akan menimbulkan kesejahteraan bagi masyarakatnya.  Jangan meninggalkan jati diri kehutanan dong Sekarang ini hutan produksi sudah berkurang, membuka hutan untuk kegiatan non kehutanan baik saja tapi jangan banyak-banyak.  Hutan tanaman harus dibangun, dengan mengembangkan jenis-jenis lokal yang dapat tumbuh cepat dengan dibantu teknologi atau tidak.  Jangan sampai kita kehilangan jenis asli (endemik) kita sendiri.  Sawit, boleh juga dikembangkan tapi tentu jangan sampai menghabiskan hutan alam.  Merubah alam terlalu banyak akan mengundang petaka ...... Kongres Kehutanan Indonesia tahun 2016 akan banyak membahas masalah sosial dan perubahan iklim, so jangan salah mereposisi Kehutanan Indonesia hanya untuk terlaksananya tata kelola Kehutanan yang baik tapi mestinya juga lebih berdaulat dan lestari. Untuk itu kami muat sebuah tulisan tentang kehutanan pada bulan juli tahun yang lalu untuk mengingatkan (Redaksi).

 

Selengkapnya....