BERITA DRN TERKINI

Selasa 27 Maret 2018, Balitbang Kota Bau-bau mengunjungi Dewan Riset Nasional ( DRN ) di Jakarta, bertemu langsung dengan Ketua DRN Bapak Bambang Setiadi dan Sekretaris DRN Bapak Iding Chaidir dan Sekertariat DRN. Balitbang Kota Bau-bau diwakili oleh ketua Balitbang dan Staf, mantan DPRD, akademisi dan praktisi, dengan  tujuan dari Balitbang kota Bau-bau ada rencana pembentukan DRD Kota Bau-bau juga untuk meminta masukan dan pendapat DRN terhadap masalah-masalah yang ada di Kota Bau-bau agar meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, Balitbang Kota Bau-bau baru terbentuk 1 tahun yang lalu, Kota Bau-bau merupakan kota dengan luas pesisir 40rb kilometer persegi yang terletak diSulawesi Tenggara, Kota Bau-bau saat ini sudah memiliki Bandara dan darmaga yang merupakan wilayah kesultanan  yang terdapat situs, budaya, bangker terbesar didunia yang berjumlah 52 bangker peninggalan jaman Belanda yang belum didukung infrastruktur yang baik sehingga belum meningkatkan pendapatan daerah disektor pariwisata, kota Bau-bau juga disebut kota jasa karena melayani dan sebagai penghubung antara 8 Kabupaten di Wakatobi. Kota Bau-bau juga mempunyai sektor unggulan di rumput laut, jambu mete, bahan tenun yang berkualitas terbaik akan tetapi belum meningkatkan pertumbuhan masyarakat sekitar.

Masukan DRN sangat penting menerapkan iptek untuk membangun daerah, rencana pembentukan DRD kota Bau-bau sangat bagus dimana menjadi salah satu tugas DRN untuk menjalin kemitraan dengan Daerah, dimana tugasnya DRD dapat memberi masukan dan pemikiran ke kepala daerah demi kemajuan daerah,  oleh karena itu perlu adanya kegiatan seminar dan membentuk forum gabungan beberapa kabupaten sekitar yang dilakukan dikota Bau-bau dengan mengundang DRN, pakar dan ahli untuk mencari solusi dari masalah-masalah yang ada di Kota Bau-bau dan daerah sekitar dengan memisahkan aspek psikologis, sosial budaya dan kepentingan politik sehingga tidak terjadi benturan aturan adat istiadat, pemerintah daerah perlu juga membuat peta destinasi pariwisata yang dimiliki Kota Bau-bau dengan memperbaiki infastruktur, bandara, transportasi, tempat kuliner dan cindramata pengrajin masyarakat sekitar sehingga memikat turis asing dan lokal dan investor berkunjung ke kota Bau-bau, mengenai produk unggulan daerah seperti rumput laut, jambu mete perlu ditingkatkan dengan memperbaiki kualitasnya, kemasan, pengolahan dan pemasarannya sehingga lebih menarik minat pembeli. Serta mendorong inovasi daerah dengan teknologi yang berbasis komersialisasi sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.    ( FA )

 
Lihat Foto Lainnya