BERITA DRN TERKINI

 

Kamis 19 April 2018, Bappeda Litbang Kota Palembang mengunjungi Dewan Riset Nasional ( DRN ) di Jakarta, bertemu langsung dengan Sekretaris DRN Bapak Iding Chaidir dan tim Sekretariat, tujuan dari Bappeda Litbang Kota Palembang ke DRN adalah untuk menjawab perintah tugas dari Walikota Palembang yang menginginkan segera dibentuk Dewan Riset Daerah ( DRD ) Kota Palembang, agar dapat mengatur dan mengawasi kegiatan riset didaerah sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang ada didaerah,  oleh karena itu Bappeda Litbang ingin meminta masukan dari DRN berupa dasar hukum dari DRN dan DRD, pembentukan DRD, perekrutan anggota DRD, tugas-tugas dari DRD, Walikota saat ini mempunyai program kerja untuk meningkatkan pelayanan dan infrastruktur disektor Pariwisata yang ada di Kota Palembang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar dan pendapatan Daerah.

 

Masukan dari Sekretaris DRN, dasar hukum dari DRN dan DRD adalah Undang-undang 18/2002 mengenai Sisnas Iptek yang mengharuskan adanya DRN dan DRD didalam pasalnya, DRN sangat mengapresiasi apabila dibentuknya DRD Kota Palembang dalam perekrutan anggota DRD harus terdiri dari A,B,G,C ( Akademisi, Bisnis/pengusaha, Government/Pemerintahan dan Community ), kalangan Akademisi dilibatkan menjadi anggota DRD untuk menjaring hasil temuan diuniversitas menjadi lebih  bermanfaat buat masyarakat, kalangan Bisnis dilibatkan menjadi DRD untuk memberi pelatihan kepada UKM dan menjaring pengusaha-pengusaha baru agar lebih maju dan berkembang dengan berinovasi dalam kualitas produknya, kemasan produknya dan pemasarannya, Pemerintahan dilibatkan menjadi anggota DRD untuk menyusun kebijakan dan peraturan daerah, dan kalangan Komunitas  yang harus dibagi beberapa komisi sesuai kebutuhan didaerah seperti Transportasi, ekonomi, Lingkungan, atau sektor lainnya, dimana tugas DRD menyusun program kerja yang disusun didalam Agenda riset daerah ( ARD ), memberi masukan kekepala daerah dalam mendorong sistem inovasi daerah menjadi komersialisasi dari hulu dan hilirnya dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatnya pendapatan daerah, Sistem Inovasi daerah yang harus didukung dari berbagai aspek teknologi, kebijakan dan ekonomi. Dalam pengembangan sektor Pariwisata DRD harus mempunyai pemikiran lebih inovatif dengan membuat kajian wisata, membangun infrastruktur, wisata kuliner, paket kunjungan wisata agar lebih menarik sehingga dapat dapat mendatangkan wisatawan lokal dan wisatawan asing.  ( FA )    

 
Lihat Foto Lainnya

     

 
 

 

Selasa 17 April 2018, Bappeda Bangka Belitung mengunjungi Dewan Riset Nasional ( DRN ) bertemu langsung dengan Ketua DRN Bapak Bambang Setiadi dan Sekretaris DRN Bapak Iding Chaidir dan tim sekretariat di Jakarta, Bappeda Bangka Belitung sudah mempunyai Dewan Riset Daerah ( DRD ), yang dilantik pada bulan Desember 2017, yang beranggotakan 37 orang, dari kalangan Akademisi ( Dosen, Rektor ) dan Pemerintahan ( PNS ), dengan dibagi manjadi 5 bidang, saat ini kepala Daerah ingin meningkatkan dibidang pangan, perikanan, dan pariwisata. Akan tetapi pemerintah daerah saat ini hanya bergerak sendiri tidak melibatkan pihak swasta disektor pariwisata, sehingga kurang berkembang, sumber daya alam disana masih memanfaatkan timah, Lada dan karet sebagai mata pencarian masyarakatnya, masalah saat ini petani lada masih kurang pendapatnya karena harga lada sangat murah, oleh karena itu tujuan dari Bappeda ingin menanyakan peran DRD saat ini dan peran Litbang.

 

Masukan dari Ketua dan Sekretaris DRN, DRD mempunyai tugas utama mendorong ekonomi masyarakat dengan Inovasi daerah, menciptakan teknologi iptek yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memberi masukan kekepala daerah ( Gubernur, Bupati ), merumuskan system inovasi melalui pemanfaatan iptek untuk pertumbuhan ekonomi, komposisi DRD harus ada dari Akademisi, Bisnis ( Pengusaha ), Pemerintah dan komuniti sehingga dalam membuat kebijakan melibatkan semua kalangan. Sehingga dapat mendorong inovasi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, pembangunan Sains teknopark juga sangat penting manfaatnya sebagai wadah menjaring produk-produk usaha baru, sektor pariwisata diBangka Belitung harus ada inovasi sehingga wisatawan yang berkunjung bisa lebih menikmati suasana lain dengan beberapa kegiatan wisata, menjawab peran dari DRD dan peran Litbang, Litbang lebih mendorong untuk pembangunan infrastruktur dan DRD lebih membantu dari pemikiran atau masukan kekepala daerah untuk kemajuan daerah. Jadi Litbang digunakan sebagai analisis atau uji kelayakannya bukan DRD yang melakukan penelitian, dalam mengembangkan produk unggulan daerah seperti Lada, sangat perlu adanya kerjasama dengan daerah penghasil lada juga, oleh karena itu sangat perlu adanya kegiatan Seminar atau FGD di Bangka Belitung  untuk mencari masukan dan solusi dari permasalahan lada yang dijadikan sebagai produk unggulan, dalam kualitas ladanya, pengolahan, dan kemasan lada, DRN bisa membantu mendatangkan ahli atau pakar dibidang yang diperlukan Bappeda atau DRD untuk mencari solusi, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.   ( FA )

 
Lihat Foto Lainnya

 

 
 
 

Selasa 27 Maret 2018, Balitbang Kota Bau-bau mengunjungi Dewan Riset Nasional ( DRN ) di Jakarta, bertemu langsung dengan Ketua DRN Bapak Bambang Setiadi dan Sekretaris DRN Bapak Iding Chaidir dan Sekertariat DRN. Balitbang Kota Bau-bau diwakili oleh ketua Balitbang dan Staf, mantan DPRD, akademisi dan praktisi, dengan  tujuan dari Balitbang kota Bau-bau ada rencana pembentukan DRD Kota Bau-bau juga untuk meminta masukan dan pendapat DRN terhadap masalah-masalah yang ada di Kota Bau-bau agar meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, Balitbang Kota Bau-bau baru terbentuk 1 tahun yang lalu, Kota Bau-bau merupakan kota dengan luas pesisir 40rb kilometer persegi yang terletak diSulawesi Tenggara, Kota Bau-bau saat ini sudah memiliki Bandara dan darmaga yang merupakan wilayah kesultanan  yang terdapat situs, budaya, bangker terbesar didunia yang berjumlah 52 bangker peninggalan jaman Belanda yang belum didukung infrastruktur yang baik sehingga belum meningkatkan pendapatan daerah disektor pariwisata, kota Bau-bau juga disebut kota jasa karena melayani dan sebagai penghubung antara 8 Kabupaten di Wakatobi. Kota Bau-bau juga mempunyai sektor unggulan di rumput laut, jambu mete, bahan tenun yang berkualitas terbaik akan tetapi belum meningkatkan pertumbuhan masyarakat sekitar.

Masukan DRN sangat penting menerapkan iptek untuk membangun daerah, rencana pembentukan DRD kota Bau-bau sangat bagus dimana menjadi salah satu tugas DRN untuk menjalin kemitraan dengan Daerah, dimana tugasnya DRD dapat memberi masukan dan pemikiran ke kepala daerah demi kemajuan daerah,  oleh karena itu perlu adanya kegiatan seminar dan membentuk forum gabungan beberapa kabupaten sekitar yang dilakukan dikota Bau-bau dengan mengundang DRN, pakar dan ahli untuk mencari solusi dari masalah-masalah yang ada di Kota Bau-bau dan daerah sekitar dengan memisahkan aspek psikologis, sosial budaya dan kepentingan politik sehingga tidak terjadi benturan aturan adat istiadat, pemerintah daerah perlu juga membuat peta destinasi pariwisata yang dimiliki Kota Bau-bau dengan memperbaiki infastruktur, bandara, transportasi, tempat kuliner dan cindramata pengrajin masyarakat sekitar sehingga memikat turis asing dan lokal dan investor berkunjung ke kota Bau-bau, mengenai produk unggulan daerah seperti rumput laut, jambu mete perlu ditingkatkan dengan memperbaiki kualitasnya, kemasan, pengolahan dan pemasarannya sehingga lebih menarik minat pembeli. Serta mendorong inovasi daerah dengan teknologi yang berbasis komersialisasi sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.    ( FA )

 
Lihat Foto Lainnya

 

Kamis 29 Maret 2018, Balibang Kabupaten Lampung Timur  Kota Sukadana mengunjungi Dewan Riset nasional ( DRN ) di Jakarta, bertemu langsung dengan Sekretaris DRN Bapak Iding Chaidir dan Sekertariat DRN. Balitang Kabupaten lampung Timur diwakili oleh Kasubid Kelitbangan dan ekonomi, dengan maksud dan tujuan berkunjung ingin memberikan buku laporan kegiatan DRD dan agenda kegiatan Balitbang di lampung Timur Sukadana dan meminta masukan dan pendapat dari DRN mengenai DRD dan mencari solusi dari masalah-masalah yang ada di lampung Timur, Lampung Timur mempunyai 12 desa dan 5 kelurahan, DRD di Lampung Timur sudah terbentuk, yang beranggotakan 10 orang yang dibagi menjadi 4 komisi teknis, yang jadi masalah di lampung Timur infrastruktur jalan yang masih sangat kurang dan susahnya sarana dan prasarana penginapan dan hotel yang sangat kurang, sehingga sangat sulit menarik wisatawan lokal dan asing, yang menjadi produk unggulan di Lampung Timur Sukadana adalah Singkong dan perikanan.

 

Masukan Sekretaris DRN, produk unggulan daerah seperti singkong perlu diperbaiki kualitasnya dan kegunaannya, karena saat ini singkong sudah bisa diolah untuk dijadikan tepung tapioka, Mocaf dan bisa juga digunakan untuk campuran obat seperti diobat kapsul, dan dengan teknologi dan inovasi saat ini singkong bisa juga digunakan untuk bahan pengeboran minyak, oleh karena itu Pemerintah daerah harus membentuk lembaga yang khusus menangani Singkong, sehingga petani bisa mudah menjual dan memasarkan singkong, tanpa melalui tengkulak apabila ingin menjualnya,  teknologi modern online saat ini bisa diterapkan dalam penjualan singkong disanasehingga bisa melakukan penjualan langsung antara penjual dan pembeli, didalam sektor pariwisata yang terdapat di Lampung Timur diantaranya sekolah gajah Way Kambas perlu ditambahkan fasiltasnya dan dibuat inovasi-inovasi baru dengan menambahkan obyek-obyek wisata lain sehingga dapat mengerakan pertumbuhan ekonomi, oleh karenanya sangat perlu adanya kerjasama antara Pemerintah Daerah Lampung Timur Kota Sukadana dengan beberapa lembaga riset yang ada di Indonesia seperti BPPT, LIPI..dll, tentang bagaimana menerapkan teknologi dan inovasi saat ini yang bisa digunakan di Lampung Timur Kota Sukadana, dimana teknologi tersebut bisa digunakan dan bermanfaat bagi masyarakat sehingga dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi didaerah, DRN sangat siap apabila diminta membantu mendatangkan pakar dan ahli yang dibutuhkan apabila Balitbang Lampung Timur Kota Sukadana guna mencari solusi dari masalah yang ada didaerah. perlu juga membentuk forum kerjasama dengan beberapa kabupaten sekitar dan Provinsi untuk pembangunan daerah.  ( FA )             

 
Lihat Foto Lainnya

 

Bal;

 

 

Senin 26 Maret 2018, Balitbang Kota Palangkaraya berkesempatan mengunjungi Dewan Riset Nasional ( DRN ) di Jakarta, bertemu langsung dengan Sekretaris DRN Bapak Iding Chaidir dan anggota komisi teknis pangan dan pertanian Bapak Utama Kajo dan Sekretariat DRN. Balitbang Palangkaraya diwakili oleh ketua Balitbang dan Staf dari Balitbang. Tujuan Balitbang palangkaraya ingin meminta pendapat  dan masukan dari DRN, untuk acara Seminar yang akan dilaksanakan diPalangkaraya, saat ini Balitbang Palangkaraya sudah melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi, balai-balai pertanian dan balai riset untuk menjadikan unggulan daerah.Balitbang Palangkaraya saat ini mempunyai 3 bidang yaitu bidang ekonomi, bidang sosial dan bidang inovasi daerah. Kota palangkaraya merupakan kota yang mempunyai 3 wajah masyarakatnya seperti wajah kota, wajah hutan dan wajah pedalaman, dengan adanya seminar ini bertujuan mendengar masukan dari DRN dan DRD yang ditugaskan menyusun agenda riset daerah ( ARD ) ditahun 2019, agar dapat mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Palangkaraya, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya. Pemerintah daerah yang digagas Walikota Palangkaraya saat ini sedang mendorong disektor pariwisata daerah, dimana saat ini Palangkaraya mempunyai 200 danau terdiri dari danau permanen dan danau musiman ( danau yang terbentuk bila air laut pasang dan akan kering bila musim kemarau), dengan sungai yang lebar dan dalam maka pemerintah daerah berencana membuat obyek wisata susur sungai dan wisata sungai sebangau ( sungai air hitam ).

Masukan dari DRN sangat penting adanya rencana seminar membahas isu-isu saat ini, oleh karena itu DRN akan siap membantu dan siap mencarikan narasumber dan pakar-pakar sebagai pembicara dalam mencari solusi terhadap masalah yang ada, dalam hal riset perlu dilihat komuditi riset yang sudah ada disana, perlu dikembangkan lagi bukan melakukan riset dari awal lagi, seperti contoh beras Inpara yang sedang berkembang, sehingga dapat menuju kesasaran utama yang dapat mendorong pendapatan daerah, perlu mengembangkan pertanian ( beras ), perikanan ( budidaya ikan belida, ikan lais, ikan Patin, Ikan Betok. dll), peternakan ( pengembangan ayam KUB ( Ayam kampong unggulan Baru ).  lahan gambut yang terdapat disana bisa dimanfaatkan dan ditanami pohon dengan menggunakan teknologi pengolahan tanah atau bisa juga dengan menggunakan abu vulkanik dari gunung merapi, oleh karena itu dalam hal ini Balitbang Kota palangkaraya sangat membutuhkan peneliti dan perekayasa dimana tugas peneliti menciptakan temuan dan paten sedangkan perekayasa memanfaatkan hasil termuan dari peneliti menjadi komersialisasi yang digunakan dan bermanfaat buat masyarakat.  ( FA )  

 
Lihat Foto Lainnya