BERITA DRN TERKINI

 

Segenap Anggota Dewan Riset Nasional dan Staf Sekretariat mengucapkan selamat datang kepada Bapak Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro yang telah dilantik Presiden Republik Indonesia sebagai Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Periode 2019-2024 pada tanggal 23 Oktober 2019. Selamat Bekerja. Bersama kita mampu, bersama kita menuju Indonesia Maju!

Dan kami mengucapkan terimakasih kepada Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi periode 2014-2019 Bapak Mohamad Nasir atas dedikasi dan pengabdiannya untuk mewujudkan kemajuan riset dan teknologi Indonesia dan serta mewujudkan pendidikan tinggi bermutu.

 
(K)

 

 

Ketua Dewan Riset Nasional menghadiri acara pengukuhan anggota Dewan Riset Daerah Kota Mojokerto di Hotel Raden Wijaya, Kota Mojokerto, Jawa Timur pada hari Senin, 21 Oktober 2019.

Ketua Dewan Riset Nasional memberikan Sosialisasi Tugas dan Fungsi DRD dalam Pembangunan Pemerintahan dan IPTEK. Dalam paparannya, Beliau mengatakan bahwa DRD Kota Mojokerto merupakan yang ke 87 dari seluruh DRD yang ada di Indonesia.

DRD Kota Mojokerto dikukuhkan oleh Ika Puspitasari Wali Kota Mojokerto sesuai Peraturan Walikota Nomor 7 tahun 2019 tentang Dewan Riset Daerah. Nantinya DRD ini akan membantu Walikota dalam merumuskan berbagai kebijakan dan termasuk di bidang pendidikan. DRD Kota Mojokerto akan menjadi lembaga dalam urusan naungan Bappeko Mojokerto sepagai OPD penggagas arah pembangunan Kota Mojokerto. DRD juga bertugas akan memberikan dukungan kepada Pemerintah Daerah dalam melakukan koordinasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan daerah-daerah lain. Dalam jangka waktu ini, DRD akan mengkaji RPJMD untuk bisa di aplikasikan di kota Mojokerto dengan cepat dan tepat.

Anggota DRD terdiri dari empat orang yang berasal dari unsur praktisi dan akademisi dengan susunan keanggotaan : Dr. Ignatia Martha Hendrati, SE, ME sebagai Ketua DRD, Dr. Suko Widodo, M.Si sebagai Wakil Ketua, Dr. Sutikno, S.Si, M.Si sebagai Sekretaris dan Dr. Jayus, SH, M.Hum selaku Anggota.

(K)
 
Foto Lainnya

 

 

 

Rapat Badan Pekerja Dewan Riset Nasional (DRN) yang ke 4 dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 23 di Gedung BPPT 2, Jl. M.H. Thamrin No. 28 Jakarta.

Rapat dibuka oleh Ketua DRN dan menyampaikan bahwa rapat BP IV  ini sangat penting, karena tugas DRN yang selama ini fokus tentang Inovasi, yakni berdasarkan pada UUD 1945 dan Nawacita (khususnya Nawacita Ke-6) yang mengandung kata Daya Saing. Pemikiran Inovasi ini dilaksanakan dalam rangka membantu  Kemenristek tentang Inovasi.

Presiden dan Wakil Presiden yang akan dilantik belum ada program yang jelas seperti halnya Nawacita pada pelantikan Presiden tahun 2014, kecuali  tentang Visi Presiden yang sudah disampaikan.

Selama  2-3 tahun ini , pemikiran DRN tentang inovasi khususnya tentang Inovasi telah mengerucut pada pemikiran pentingnya inovasi  yang mampu meningkatkan GDP, sehingga DRN telah menyiapkan innovative champion dari masing-masing Komtek, yang telah dibahas pada SP II di Bali, yang akan dikirimkan kepada Presiden terpilih tahun awal tahun 2020.

Namun berdasarkan pada Rapat BP III pada tanggal 17 September 2019 tentang status DRN dan BRN dengan mengundang narasumber Dr. Karjono Atmoharsono – Sestama BPIP, maka DRN telah memutuskan untuk mengadop saran Dr. Karjono tersebut yang menyatakan berdasarkan Pasal 98 UU No. 11/ 2019, DRN tidak dibubarkan (masih tetap eksis), sehingga DRN perlu berbuat sesuatu yaitu mengusulkan perlunya pembentukan Dewan Pengarah BRN  yang langsung dipimpin Presiden.

Menindaklanjuti saran tersebut Ketua DRN berinisiatif untuk menyusun draft Surat kepada Presiden, dan setelah mendapatkan masukan dari Komtek TIK,  surat tersebut disusun dengan tema “Pembangunan Kapasitas Inovasi Nasional Untuk Ekonomi Digital Mandiri”.

Ekonomi digital memang sudah dijadikan pedoman pembangunan di negara-negara SEAN, Ekonomi Digital di Indonesia, baru  dibahas di beberapa pertemuan  terbatas (misal pertemuan yang diselenggarakan oleh CIPG),  dan belum digaungkan oleh  Pemerintah atau  belum menjadikan ekonomi digital sebagai  program utama dalam pembangunan perekonomian, atau dengan kata lain belum menjadi Skenario Pertumbuhan yang berbasis Inovasi. Hal ini berdasarkan berbagai referensi, bahwa ekonomi digital juga didasari oleh kata kunci Inovasi. Melalui modal Inovasi yang berbasis pada teknologi yang telah dikuasai dapat dijadikan dasar peningkatan kapasitas inovasi sebagai modal pembangunan ekonomi berbasis teknologi digital.

(SPH)

 
Foto Lainnya

 

 

Komisi Teknis Pangan dan Pertanian Dewan Riset Nasional (DRN) melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (17/10).

Rapat dibuka oleh Bapak Fadjry Djufry - Kepala Badan Litbang Pertanian. Mengawali sambutannya menyampaikan bahwa rapat Komtek Pangan dan Pertanian ini sengaja di selenggarakan di Balittri, dalam upaya lebih memaknai topic bahasan tentang Bioenergi, khususnya Biodiesel yang telah dikembangkan di Balittri dengan memanfaatkan bahan baku minyak kemiri sunan dan juga minyak sawit / crude palm oil (CPO). Pada rapat ini juga dihadiri peserta dari berbagai instansi terkait di lingkungan Kementerian Pertanian, antara lain Kepala Balittri dan jajarannya, Puslitbang Pertanian dan Perkebunan, Balai Penelitian  Kelapa dan Palma.

Selanjutnya disampaikan juga  fasilitas penelitian yang ada di Balittri beserta hasil-hasil risetnya, antara lain: (i) Pilot Plant Biodiesel dengan kapasitas 1.600 liter per hari, yang sudah mampu memproduksi B-100, fasilitas pembibitan (tanaman kopi, tanaman coklat), pasca panen kopi dan pasca panen coklat.

Pada kesempatan rapat komtek pangan dan pertanian di Balittri, para peserta rapat juga diberi kesempatan untuk mengunjungi fasilitas riset di Balittri yang terdiri dari atas :

1) Pilot Plant Biodiesel berbasis minyak nabati (kemiri sunan, sawit) dengan kapasitas produksi 1.600 liter/hari. Pilot Plant ini telah berhasil memproduksi biodiesel untuk B20 s/d B100 sehingga pilot plant ini siap untuk di scale-up dan direplikasi di daerah lain untuk mendukung program 'energy mandiri' di daerah.

2) Pembibitan tanaman kopi dan tanaman kakao. Telah dihasilkan jutaan bibit tanaman khususnya kopi dan kakao yang telah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia.

3) Proses pasca panen kopi dan kakao. Telah berhasil memproduksi berbagai jenis bubuk kopi, coklat dengan berbagai merk (Arabika, Robusta, Rabitta, Kakao) dan Coklat Cetak.

(SPH)

 
Foto Lainnya

 

 

Komisi Teknis Lingkungan dan Kebencanaan Dewan Riset Nasional (DRN) melakukan kunjungan Cafe Sawah Desa Jomboran, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten, Selasa (8/10). Mereka ingin Cafe Sawah yang dikelola BUMDes Bodronoyo yang semua merupakan kawasan kumuh.

Ada yang dilakukan Desa Jomboran tersebut menjadi salah satu contoh nyata upaya membangun bangsa yang tangguh melalui program mitigasi bencana, yang dipadukan dengan pengelolaan lingkungan dan memperhatikan masalah ‘’perut’’.

“Yang kami dengan, Cafe Sawah ini dulu kawasan kumuh penuh dengan sampah, kini sudah diubah menjadi cafe yang bagusnya lagi dikelola BUMDes. Selama ini, banyak program dilakukan tapi sering tidak suistainable karena melupakan masalah itu (perut),’’ kata Harkunti Pertiwi Rahayu, Ketua Komisi Teknik Lingkungan dan Kebencanaan DRN.

Berita Selengkapnya KLATEN,suaramerdekasolo.com

 
Foto Lainnya