BERITA DRN TERKINI

 

 

 

Dewan Riset Nasional (DRN) melakukan Rapat Badan Pekerja yang ketiga pada hari Selasa (21/07/2020) via Online Meeting. Pertemuan rapat online ini membahas mengenai tindak-lanjut Rapat BP II pada tanggal 18 Juni 2020, DRN telah membentuk Tim Adhoc tentang Model Triple Helix / Penta Helix dalam Riset dan Inovasi Yang Berkontribusi pada GDP. Selain itu, disampaikan penambahan Tim Profesional DRN yaitu Dr.Ir. Haryono, MSc dan Dr.Ir. Irnanda Laksanawan, MSc.Eng.

Paparan Model Triple Helix / Penta Helix disampaikan oleh Ketua Tim Adhoc, Bapak Sudharto. Buku Model Triple/Penta Helix ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari buku pertama berjudul Bunga Rampai Inovasi (2018). Sebagaimana diketahui selama dua tahun, DRN pada periode sebelumnya melakukan intellectual exercise tentang inovasi melalui serangkaian diskusi intensif dengan berbagai stakeholder.

Hasil diskusi dimaksudkan untuk memberikan masukan revisi UU 18 tahun 2020 tentang Sisnas Iptek yang kemudian menjadi UU 11 tahun 2019. Agar pemikiran para anggota DRN terdokumentasi dan bisa didaya-gunakan berbagai pihak, dituangkan dalam buku Bunga Rampai Inovasi. Buku tersebut memetakan inovasi di Indonesia, berbagai masalah yang dihadapi dan beberapa model inovasi dari berbagai bidang. Diantaranya adalah yang berkaitan dengan pelaku inovasi yakni triple atau penta helix.

Para penyunting telah menyusun sistematika buku, bab pendahuluan dan hal-hal yang berkaitan dengan lembah kematian dan triple atau penta helix. Pada bab II diharapkan masing-masing komtek mengisi pelaksanaan inovasi yang melibatkan triple/ penta helix, lesson learned dan model relasi triple/ penta helix.

 

Arahan Ketua DRN, Secara nasional gerakan Inovasi untuk mendukung perekonomian bangsa sudah banyak dirintis. Misalnya, Prof. Zuhal (mantan Menristek / Kepala BPPT) telah membentuk Komite Inovasi Nasional (KIN) dan menyusun buku Program Strategi Inovasi Indonesia yang terkenal dengan wahana transformasi 1-747. Namun demikian, Pemerintah belum mengadop skenario pembangunan ekonomi ini berbasis inovasi, sehingga praktis skenario ini belum berdampak pada pembangunan ekonomi nasional.

 

Kajian-kajian tentang inovasi di seluruh dunia makin menyakinkan kita bahwa Inovasi perlu terus disuarakan agar dapat dijadikan dasar pembangunan perekonomian di Indonesia. DRN merasa berkepentingan untuk mendukung tercapainya program pembangunan ekonomi berbasis inovasi dengan tema besar “Mendorong Inovasi Meningkatkan GDP”. Selanjutnya untuk mengimplementasikan program ini, DRN mengusulkan skenario / model “Triple / Penta Helix”. Berbasis pada konsep / teori Edward Robert – MIT, bahwa Inovasi = Invensi (X) Komersialisasi, maka model Triple/Penta Helix ini diposisikan sebagai pengali (X).

Contoh di Jerman, mekanisme triple helix dilakukan melalui fasilitator dari mitra inudstri dalam menetapkan program riset yang dilakukan di PT. Pembinaan mahasiswa dilakukan oleh professor dengan 2 (dua) kepakaran bisnis/industri dan riset untuk meresepon kebutuhan industri. Pemerintah memfasilitasi dalam konteks pendanaan.

 

Sebagai tindak-lanjut dari rapat ini, disepakati bahwa masukan masing-masing Komtek bersifat aplikatif dan solusif sehingga dapat dijadikan sebagai Buku Panduan dalam implementasi proses inovasi di Indonesia dan masing-masing Komtek memberikan masukan yang dijadwalkan paling lambat tanggal 2 Agustus 2020. Nantinya semua masukan DRN akan disusun dalam bentuk buku “Peran Strategis Inovasi untuk Meningkat PDB”. Konteks bahasannya dikaitkan dengan triple/penta helix dalam perspektif: Inovasi adalah invensi dikalikan komersialisasi. Buku tersebut diharapkan dapat serahkan kepada Menteri Ristek pada Hakteknas tanggal 10 Agustus 2020.

 

(SPH/AES/edit:K)

 

 
Foto Lainnya