BERITA DRN TERKINI

 

 

 

Dewan Riset Nasional (DRN) melakukan Rapat Badan Pekerja yang kedua di tahun 2020 pada Kamis (18/06/2020) via Online Meeting. Pertemuan rapat online ini membahas mengenai Rangkuman Rapat BP I (11 Maret 2020), dan Kegiatan DRN selama PSBB, yang meliputi (i) Pertemuan online Komtek dan (ii) Penyampaian Advisory Note kepada Menteri Ristek.

Selama ini proses hilirisasi hasil-hasil riset menjadi produk inovatif sudah banyak dihasilkan, namun terkendala dengan berbagai permasalahan (pemasaran, intervensi dari luar/competitor, dan masalah non-teknis/masalah sosial), sehingga banyak produk yang gagal menjadi produk inovasi yang menyebabkan hilirisasi dan komersialisasi tidak jalan. Contoh prototipe pesawat N250, tulang implant, smart card, dan sebagainya. 

Dalam hal ini ekosistem inovasi belum terbangun dan masih menghadapi berbagai kendala terutama kebijakan, regulasi, misalnya tentang pemasaran, industri start-up, aturan administrasi, dan sebagainya. Peran Pemerintah sangat dominan, termasuk dalam dukungan anggaran dan penciptaan pasar. Di masa lalu, pada kasus pesawat N250, Pemerintah justru memotong anggaran. Untuk itu melalui Kemenristek, DRN perlu memberikan masukan tentang regulasi terkait, agar Inovasi dapat berkembang. Kendala-kendala ini juga berdampak pada timbulnya kasus korupsi.

Produk inovasi sebaiknya dipilih yang mempunyai multi-player effect, misalnya pembangunan jalan tol, yang dapat meningkatkan konektivitas dan mempercepat arus barang dan jasa, yang berdampak pula pada industri transportasi.

DRN perlu segera melakukan webinar yang besar (nasional) melibatkan DRD, Kemendes, Kemendagri (yang mempunyai jaringan di daerah) untuk mendapatkan masukan dalam upaya mengatasi permasalahan Covid 19, karena dampaknya sangat besar dan luas. Berbasis webinar ini, DRN perlu mencari masukan jalan pintas (social breakthrough) untuk mengatasi permasalahan di masyarakat.

Berbagai masukan Inovasi untuk GDP, paling tidak dapat dimulai dengan mengkaitkan dengan statement Menristek/Ka BRIN pada Rakornas Ristek di PUSPIPTEK, Serpong, 29 Januari 2020, bahwa kegiatan Iptek ditujukan untuk: (i) substitusi import, (ii) memanfaatkan teknologi tepat guna, (iii) meningkatkan nilai tambah, dan (iv) meningkatkan TKDN.

Untuk memberi masukan tentang Triple Helix, disepakati pembentukan Tim Ad Hoc yang akan bekerja merumuskan bentuk masukan regulasi yang tepat (Kepmen, Permen, Perpres, atau pedoman dalam bentuk buku).

Dalam upaya menyusun masukan program inovasi untuk GDP, perlu juga memperhatikan berbagai regulasi / peraturan yang sudah ada, misalnya: UU no. 11/ 2019 tentang Sinas Iptek, RIRN 2019-2025, Peraturan No 29/2019 tentang Penetapan tingkat Inovasi, PRN, dan sebagainya. Perundangan dan peraturan ini dinilai masih belum memberikan kejelasan untuk mengantar dihasilkannya produk inovasi, sebagaimana telah dibahas di atas. Untuk itu DRN perlu mengusulkan atau merekomendasikan kepada Menristek/Ka BRIN kerangka strategi inovasi dengan indikator-indikator yang jelas, pengembangan pasar dan kontak / komunikasi dengan pengguna.

Di bidang kebencanaan, konsep Triple-helix disempurnakan menjadi Penta-helix, selain Academic (Perguruan Tinggi), Business (Pengusaha / Swasta) dan Government (Pemerintah), tambahan dengan 2 Helix, yakni Community (masyarakat) dan Media.

Pandemi Covid 19 mempunyai dampak yang dahsyat pada tatanan kehidupan (antara lain tingginya PHK) di berbagai bidang. Namun dibalik itu terdapat juga sisi positifnya, antara lain: (i) makin meningkatnya solidaritas dan saling tolong menolong untuk membantu pihak-pihak / masyarakat yang terdampak, (ii) meningkatnya inovasi masyarakat dengan tujuan mencegah penularan, meningkatkan imunitas dan mengobati Covid 19, (iii) meningkatkan koordinasi antar birokrat baik di tingkat Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan mengurangi egosentris, (iv) timbulnya ide-ide yang bermanfaat yang keluar dari kegiatan rutinitas. (v) pola hidup sehat: cuci tangan, pakai masker, menjaga jarak

Sebagai tindak-lanjut dari rapat ini, diharapkan masing-masing Komtek dapat melaksanakan rapat dengan 2 tujuan pokok, yakni: (i) Menetapkan riset unggulan Inovatif yang memberikan kontribusi pada GDP dan (ii) Code of conduct (Pedoman) Triple Helix / Penta Helix di masing-masing Komtek.

Selanjutnya DRN akan menyelenggarakan Webinar Nasional untuk menghimpun hasil-hasil rapat Komtek dan sekaligus menjawab tantangan permasalahan Covid 19. Hasil-hasil rapat dan webinar (dalam bentuk BUKU) ini ditargetkan selesai pada awal Agustus 2020, dan akan  diserahkan kepada Menteri Ristek pada Hakteknas 2020.

 

(SP/edit:K)

 

 
Foto Lainnya