BERITA DRN TERKINI

Siaran Pers Kemenristek/BRIN
Nomor: 43/SP/HM/BKKP/III/2020

 

Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro meresmikan pemberian nama auditorium serta Gedung I dan II BPPT. Auditorium BPPT menjadi Auditorium Soemitro Djojohadikoesoemo, Gedung I menjadi Gedung Soedjono Djoened Poesponegoro, dan Gedung II menjadi Gedung B.J. Habibie. Perubahan nama telah melalui hasil diskusi Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro dengan Kepala BPPT, Hammam Riza. Tujuannya adalah untuk memberikan penghargan karena gedung dibangun pada saat masa kepemimpinan tokoh-tokoh tersebut.

Dalam kesempatan ini Menristek/Kepala BRIN juga memberikan apresiasi kepada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) karena sudah menunjukkan produktivitas yang luar biasa dengan kegiatan penerapan pengkajian serta inovasi yang sudah dihasilkan.

“Saya apresiasi kepada teman-teman BPPT dari awal saya gabung sampai sekarang sudah menunjukkan produktivitas yang luar biasa, dengan kegiatan penerapan pengkajian dan yang paling penting inovasi yang dihasilkan, sekali lagi saya ucapkan selamat kepada para perekayasa peneliti BPPT yang selalu berupaya untuk sampai ke ujungnya yaitu sampai kepada produk inovasinya,” ungkap Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro.

Pemberian nama gedung ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dalam melakukan kegiatan riset litbangjirap (penelitian pengembangan pengkajian penerapan), sehingga bisa menghasilkan invensi dan inovasi yang benar-benar mendukung dan menjawab kebutuhan masyrakat dan bangsa. Selain itu Menristek/Kepala BRIN juga turut meresmikan ruang Laktasi dan Klinik Pratama BPPT yang berada di lantai 1 Gedung B.J. Habiebie Jalan MH Thamrin.

Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menristek/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro dan Kepala BPPT, Hammam Riza. Penandatanganan ini disaksikan juga oleh Reza Djunet Pusponegoro, Ilham Akbar Habibie serta Sekertaris Utama BPPT Wimpie A. Noegroho.


Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristek/BRIN

Berita Asli