BERITA DRN TERKINI

 

Dewan Riset Nasional (DRN) melakukan Rapat Badan Pekerja yang pertama di Ruang Rapat DRN Gedung Kemenko Kemaritiman Jakarta pada Rabu (11/03/2020). Pertemuan ini menyampaikan bahwa keraguan keberlanjutan DRN /DRD telah terjawab dengan  pernyataan dan dukungan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN untuk memberikan arahan pada pertemuan koordinasi DRD seluruh Indonesia yang rencananya diselenggarakan oleh DRN pada Sidang Paripurna I (SP I) DRN Tahun 2020.

SP I DRN Tahun 2020 ini semula direncanakan pada tanggal 2 Maret 2020 (Ref Surat Ketua DRN kepada Menristek/ Kepala BRIN tertanggal 10 Februari 2020). Namun oleh karena pertimbangan terbatasnya anggaran DRN, maka SP I DRN Tahun 2020 disarankan diselenggarakan bersamaan dengan Peringatan Hakteknas 2020.

Rencana Kegiatan DRN tahun 2020 disampaikan oleh Sekretaris DRN. Kegiatan DRN tersebut terdiri dari Pembentukan Tim Ad Hoc, yang akan membahas isu aktual jangka pendek, misalnya: Pembangunan Pusat Riset kesehatan – Corona Virus (COVID-19), Pelembagaan BRIN, atau pemikiran tentang IKN dan menyusun buku sebagai produk DRN, antara lain adalah Buku Unggulan Inovasi dan Bunga Rampai Innovation Capital.

Dalam Tahun 2019 akhir, telah melakukan komunikasi secara intensif dengan Menristek/Ka. BRIN. Dalam kesempatan tersebut, berbagai permasalahan dan gagasan kegiatan DRN dapat dilaporkan, terutama tentang keberadaan DRN dan DRD yang selama ini menjadi pertanyaan. Karena, DRN dan DRD tidak tercantum pada UU No. 11/2019. Secara umum Menristek/Ka BRIN menanggapi positif dan menyetujui untuk memberikan sambutan pada pertemuan koordinasi DRD seluruh Indonesia. Dengan pernyataan ini maka dapat diartikan bahwa keberadaan DRN dan DRD tetap ada.

Pada tahun anggaran 2020 ini, Ketua DRN  menyampaikan  tawaran berupa gagasan topik besar yang memberikan arah inovasi, yakni visi baru tentang Inovasi dan GDP. Pemikiran DRN menghubungkan program inovasi, termasuk Inovasi Unggulan yang telah didiskusikan dan dipersiapkan sebelumnya, agar berdampak pada perekonomian dan GDP.

Lebih lanjut, berbagai referensi baru terkait inovasi, pertumbuhan ekonomi dan GDP telah dibedah oleh Ketua DRN yang dapat dirangkum bahwa:Inovasi sesuai dengan teori Edward Robert (MIT, 2008) bahwa Inovasi adalah Invensi X Komersialisasi; dan Inovasi sesuai dengan teori Paul Rommer (2018) merupakan perekonomian masa mendatang

Selanjutnya agar Inovasi berdampak pada perekonomian dan GDP, maka diperlukan:(i) Program Unggulan, misalnya Program Super Prioritas Kemenristek;(ii) Prasyarat Inovasi yakni arah inovasi yang mencakup Kekuatan pasar, Peluang Iptek, dan Lembaga Insentif, serta Pemicu;(iii) Kapital inovasi: Ide intelektual, Sumber daya manusia, Organisasi, dan Pasar, dimana kepemimpinan (Leader), Hubungan sosial dan Rekam-jejak sangat menentukan keberhasilan terjadinya proses inovasi.(iv) Peningkatan Inovasi yang mencakup: program champion (super prioritas), organisasi yang dinamis dan responsif, In-house industri melalui 4 tahap pematangan inovasi, dan fungsi bisnis baik untuk produk utama, produk antara maupun produk samping

Untuk ke depan, dibutuhkan workshop /coaching untuk “Design Thinking for Excellent Services, Innovative Product and Powerfull Selling”, khususnya untuk kaum muda / milenial sehingga pemahaman inovasi dan implementasinya dapat dilaksanakan.

Inovasiharus dijadikan mind-set untuk membangun perekonomian yang berkontribusi secara signifikan pada GDP. BRIN diharapkan dapat menjadi organisasi yang berperan untuk mensukseskan program-program inovasi dalam mendukung peningkatan perekonomian dan GDP.

Hasil rapat ini akan didiskusikan dan merumuskan pemikiran-pemikiran ini untuk segera dilaporkan kepada Menristek dan merupakan bahan SP dan Harteknas 2020 dan masing-masing Komtek diharapkan dapat mengkaji-ulang/ dibahas lebih lanjut untuk masing-masing usulan Innovation Champion, apakah sudah memenuhi persyaratan untuk diimplementasikan menjadi produk inovasi

 

(AES/edit:K)


 

 
Foto Lainnya