Dewan Riset Nasional (DRN) menggelar Sidang Paripurna DRN ketiga di Ballroom Hotel Aryaduta Jakarta pada Senin (2/12/2019). Dalam sidang paripurna tersebut, DRN merekomendasikan bentuk kelembagaan dan tupoksi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pengembangan sembilan inovasi unggulan, serta peran DRN dan Dewan Riset Daerah (DRD).

BRIN merupakan amanat UU No. 11/2019 Pasal 48 yang diatur dalam Peraturan Presiden, diharapkan menjadi holding research institute yang tugasnya mensinergikan sumber daya riset, iptek, inovasi yang tersebar, terpecah dan turmpang tindih. BRIN juga bertugas merumuskan kebijakan iptek yang fokus, terarah, terbangun kerjasama sinergis, serta mengatur alokasi dan distribusi sumber daya iptek agar tepat sasaran.

Dalam rekomendasinya, DRN juga berharap BRIN mampu memperkuat iptek dan inovasi untuk mewujudkan indonesia maju yang berdaya saing. Selain itu, BRIN menjadi simpul dan dirigen pelaksanaan iptek-inovasi yang mengkoordinasi BPPT, LIPI, LAPAN, BIG, BATAN, BAPETEN, BSN, Litbang Kementerian/ Lembaga dan LPPM Perguruan Tinggi.

Menteri Riset Teknologi/Kepala BRIN Bambang P.S Brodjonegoro menyambut baik penyelenggaraan Sidang Paripurna DRN yang bertujuan memetakan kebutuhan riset Indonesia menuju Indonesia Maju di tahun 2045. Ia mengatakan akan mengakomodasi rekomendasi inovasi DRN yang terdiri dari 9 bidang hasil bahasan komisi teknik DRN.

Menristek mengatakan inovasi yang diciptakan peneliti harus disesuaikan dengan apa yang menjadi tantangan dan kebutuhan Indonesia saat ini dan menonjolkan potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia. Pertimbangan dalam prioritas riset dan inovasi di masa depan harus bergantung pada hal yang dapat dimanfaatkan dan berguna untuk masyarakat Indonesia dan dunia.

Dalam kesempatan ini Menteri Bambang Brodjonegoro mengajak para peneliti, akademisi dan inovator untuk selalu meningkatkan kualitas riset dan inovasinya. Jika pengembangan inovasi Indonesia hanya berjalan secara biasa tanpa disertai lompatan-lompatan besar, hal tersebut akan menghambat Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045.

Dalam sidang paripurna tersebut, Ketua DRN Bambang Setiadi memaparkan sembilan bidang prioritas riset nasional. Pertama, untuk sektor kesehatan dan obat adalah inovasi untuk penurunan kematian karena penyakit degeneratif, pengembangan stem cell untuk mendukung pariwisata kesehatan, dan obat kanker melalui pemanfaatan bahan alam. Kedua, dari bidang pertahanan dan keamanan, DRN mengusulkan pengembangan radar CGI dan keamanan siber sebagai program integrasi nasional.

Ketiga, di bidang pertanian dan pangan, Kemenristek/BRIN dan lembaga litbangjirap dalam koordinasinya dapat mengembangkan pangan fungsional berbasis sumberdaya lokal serta pengembangan industri ingredient intermediate (aneka tepung, pasta dan chip) sebagai bahan baku industri pangan, pakan dan farmasi. DRN juga mengusulkan implementasi smart farming, supply chain dan logistics.

Keempat, untuk bidang material maju, DRN mengusul pembangunan industri material maju nasional, berbasis mineral lokal untuk penguatan sektor industri tersebut. Kelima, dalam sektor sosial humaniora, inovasi unggulannya adalah membangun SDM unggul dan ekonomi berdaya saing berbasis inovasi mencakup smart people dan smart economy.

Keenam, dalam bidang energi, DRN mengharapkan adanya upaya dekarbonisasi sektor energi. Ketujuh, dalam bidang transportasi diharapkan adanya kapal tangki minyak nabati

Kedelapan, bidang infrastruktur smart self healing pavement. Terakhir di bidang lingkungan kebencanaan, diharapkan adanya disaster science and techno park serta sistem informasi inovasi manajemen dan kebijakan lingkungan dan kebencanaan nasional yang terintegrasi.

(http://technology-indonesia.com/lain-lain/umum-lain-lain/drn-rekomendasikan-pengembangan-9-inovasi-unggulan/)

 

 

berita terkait :

1. BRIN dan Perguruan Tinggi (Kompas, Bambang Setiadi)

2. Sidang Paripurna DRN III Berikan Rekomendasi Inovasi (Info Publik)

3. DRN Rekomendasikan Pengembangan 9 Inovasi Unggulan (Technology Indonesia)

4. Menristek Dorong Peneliti Prioritaskan Riset yang Berdampak Langsung bagi Masyarakat Luas (RRI)

5. DRN Sampaikan Usulan Pengembangan 9 Inovasi Unggulan ke Menristek (Antara News)

6. Menristek Dorong Inovasi Untuk Hidupkan Kembali Industri Indonesia (Antara News)

7. Kualitas Kurang, Daya Saing Indonesia Turun (Media Indonesia)

8. Ini Sembilan Bidang Prioritas Riset Nasional (Suara.com)

9. Menristek/Kepala BRIN Dorong Peneliti Prioritaskan Riset dan Inovasi yang Memiliki Dampak Langsung Bagi Masyarakat Banyak (Kemendagri.go.id)

10. Menristek sebut Indonesia Harus Lakukan Lompatan Teknologi AI (Elshinta)

11. Menristek: Indonesia Harus Lakukan Lompatan Teknologi AI (Republika)

12. Menristek: Indonesia Harus Lakukan Lompatan Teknologi AI (kantorpemuda.com)

13. Menristek: Indonesia Harus Lakukan Lompatan Teknologi AI (Jayabaya)

14. Ini Sembilan Bidang Prioritas Riset Nasional (Klikpositif.com)

15. DRN Sampaikan Usulan Pengembangan 9 Inovasi Unggulan ke Menristek (Line Today)

 

 

 

Presentasi Sidang Paripurna III Dewan Riset Nasional Tahun 2019
Foto Lainnya