BERITA DRN TERKINI

 

 

Rapat Badan Pekerja Dewan Riset Nasional (DRN) yang ke 4 dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 23 di Gedung BPPT 2, Jl. M.H. Thamrin No. 28 Jakarta.

Rapat dibuka oleh Ketua DRN dan menyampaikan bahwa rapat BP IV  ini sangat penting, karena tugas DRN yang selama ini fokus tentang Inovasi, yakni berdasarkan pada UUD 1945 dan Nawacita (khususnya Nawacita Ke-6) yang mengandung kata Daya Saing. Pemikiran Inovasi ini dilaksanakan dalam rangka membantu  Kemenristek tentang Inovasi.

Presiden dan Wakil Presiden yang akan dilantik belum ada program yang jelas seperti halnya Nawacita pada pelantikan Presiden tahun 2014, kecuali  tentang Visi Presiden yang sudah disampaikan.

Selama  2-3 tahun ini , pemikiran DRN tentang inovasi khususnya tentang Inovasi telah mengerucut pada pemikiran pentingnya inovasi  yang mampu meningkatkan GDP, sehingga DRN telah menyiapkan innovative champion dari masing-masing Komtek, yang telah dibahas pada SP II di Bali, yang akan dikirimkan kepada Presiden terpilih tahun awal tahun 2020.

Namun berdasarkan pada Rapat BP III pada tanggal 17 September 2019 tentang status DRN dan BRN dengan mengundang narasumber Dr. Karjono Atmoharsono – Sestama BPIP, maka DRN telah memutuskan untuk mengadop saran Dr. Karjono tersebut yang menyatakan berdasarkan Pasal 98 UU No. 11/ 2019, DRN tidak dibubarkan (masih tetap eksis), sehingga DRN perlu berbuat sesuatu yaitu mengusulkan perlunya pembentukan Dewan Pengarah BRN  yang langsung dipimpin Presiden.

Menindaklanjuti saran tersebut Ketua DRN berinisiatif untuk menyusun draft Surat kepada Presiden, dan setelah mendapatkan masukan dari Komtek TIK,  surat tersebut disusun dengan tema “Pembangunan Kapasitas Inovasi Nasional Untuk Ekonomi Digital Mandiri”.

Ekonomi digital memang sudah dijadikan pedoman pembangunan di negara-negara SEAN, Ekonomi Digital di Indonesia, baru  dibahas di beberapa pertemuan  terbatas (misal pertemuan yang diselenggarakan oleh CIPG),  dan belum digaungkan oleh  Pemerintah atau  belum menjadikan ekonomi digital sebagai  program utama dalam pembangunan perekonomian, atau dengan kata lain belum menjadi Skenario Pertumbuhan yang berbasis Inovasi. Hal ini berdasarkan berbagai referensi, bahwa ekonomi digital juga didasari oleh kata kunci Inovasi. Melalui modal Inovasi yang berbasis pada teknologi yang telah dikuasai dapat dijadikan dasar peningkatan kapasitas inovasi sebagai modal pembangunan ekonomi berbasis teknologi digital.

(SPH)

 
Foto Lainnya