BERITA DRN TERKINI

 

Kamis 8 November 2018, Rapat Komisi Teknis Material Maju yang ke 3 dilaksanakan di Ruang Rapat Sekretariat DRN Gedung BPPT 1 Lantai 1, Jakarta. Rapat dibuka oleh Utama Padmadinatamenyampaikan rapat kali ini merupakan mengenai masalah, saran dan pandangan komtek.

Berdasarkan LANDASAN Keberadaan DRN Pasal 19 ayat 2, UU 18/ 2002 adalah untuk mendukung Menteri dalam merumuskan arah, prioritas utama, dan kerangka kebijakan pemerintah di bidang penelitian, pengembangan, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemerintah membentuk Dewan Riset Nasional yang beranggotakan masyarakat dari unsur kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

BEBERAPA KEGIATAN KOMTEK MATERIAL MAJU 2015-2018  antara lain :

a) Memperkuat kebijakan hilirisasi SDA-mineral, termasuk industri intermediet dan industri hilir, terutama  bahan baku untuk functional material industry sebagai upaya meningkatkan penguasaan teknologi di bidang material maju. Produk turunan, untuk meningkatkan nilai tambah. Proses industrinya perlu dibuat sampai prototype yang proven

b) Kriteria untuk pemilihan suatu bahan yaitu :  i) Berasal dari bahan baku lokal; ii) Keterlibatan industri; iii) Memenuhi state of the art of technology; iv) Memberikan multiplier effects

c) Kunjungan ke PT. Timah di Bangka, Berdialog dengan Pemda Bangka Belitung dan kunjungan ke Fasilitas PT. Timah dan BATAN di Tanjung Ular,

d) Penyusunan ARN 2015 – 2019, JAKSTRANAS dan PRN 2019 – 2024

e) Memberikan Outlook dan Roadmap Material Maju

f) Terlibat dalam pembahasan Perubahan UU 18/ 2002

g) Mengikuti kegiatan Sidang Paripurna DRN dan Hakteknas

h) DLL

 

Memperkenalkan istilah Value Added Materials (VAMs) sebagai karakteristik Material Maju dengan sifat-sifatnya, antara lain :

• Menunjukkan karakteristik yang superior dibandingkan dengan bahan-bahan komoditas pada umumnya, tidak mudah rusak seperti yang ditunjukkan oleh advanced steels;

• Bahan dan sistem yang dibangun menggunakan bahan ini menunjukkan sifat yang unik dan memberikan peningkatan unjuk kerja yang signifikan dipandang dari segi sifat fisika, kimia, biologi maupun dari segi fenomena dan prosesnya.

•  Mampu  menyerap energi dengan kapasitas yang tinggi

•  Dapat direkayasa sehingga memberikan unjuk kerja yang tinggi

• Memberikan fungsi-fungsi baru sehingga meningkatkan unjuk kerja sistem dengan kandungan teknologi dalam proses produksinya.

 

MASALAH, SARAN dan PANDANGAN

MASALAH

• Keberadaan DRN masih kurang kuat, karena produk DRN seperti ARN, masih belum menjadi acuan Nasional, khususnya yang terkait dengan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (UU 25/2004)

• DRN tidak terlibat dalam mensinergikan program antar kementerian, karena dibawah Menteri Riset dan Teknologi (sesuai UU 18/2002)

• DRN kurang dilibatkan dalam pembahasan perubahan UU 18/2002

• Bagaimana meningkatkan peran DRN

• Industri belum menggunakan hasil riset

• Produk turunan  komoditas agro nasional tidak berkembang, seperti kelapa sawit, coklat, bio etanol.

• Banyak hal2 strategis di Indonesia tidak berkembang seperti logam tanah jarang, pemanfaatan slag, fly ash, produk turunan nikel,

• DLL.....

 

SARAN dan PANDANGAN

1. DRN harus disamakan dengan Dewan Energi Nasional, Komite Industri Nasional, Komite Ekonomi dan Industri Nasional yang mempunyai kewenangan yang lebih luas, tidak seperti DRN yang diatur dalam UU 18/2002 yang hanya membantu Menteri. Memiliki jumlah anggaran yang lebih besar sehingga dimungkinkan ditunjang personil tambahan untuk penugasan2  khusus, lebih banyak anggaran untuk FGD dan kunjungan ke daerah dan ke luar negeri

2. Dengan kekuatan anggaran dan personil yang lebih besar, DRN dapat memberi solusi nyata, tidak sekedar wacana. Kebijakan DRN masih berada di tataran makro tidak menjawab persoalan akar rumput

3. DRN menaungi asosiasi yang terkait dengan masing-masing bidang Komtek

4. Mendorong pembuatan Journal sendiri yang terindeks Scopus, tidak bergantung pada luar negeri

5. DRN memberi arahan agar setiap basik riset harus berujung pada produk

6. DRN memberikan arahan bagaimana filling the gap antara industri dan Lembaga Litbang

7. DRN harus menjadi penjaga dalam melaksanakan Sistem Inovasi di Indonesia

(UP)

 
Lihat Foto Lainnya