BERITA DRN TERKINI

 

Senin 3 Desmber 2018, Rapat Badan Pekerja yang ke 5 dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung BPPT 2 Lantai 23, Jakarta. Rapat dibuka oleh Ketua DRN, dengan menyampaikan berbagai hal: (i)  penggunaan anggaran dibatasi sampai dengan tanggal 5 Desember 2018, sehingga kegiatan DRN praktis tinggal pada acara Sidang Paripurna II pada tanggal 4 Desember 2018, (ii) Keanggotaan DRN sebagian berhenti September 2018, namun Pimpinan sampai dengan Desember 2018, (iii) kabar terakhir bahwa bapak  Menteri Ristekdikti tidak bisa hadir, dan untuk itu diwakilkan oleh Staf Ahli Bapak Hari Purwanto, dan (iv) Untuk key-note sedang diusahakan mengundang Bapak  Menteri Koordinator Kemaritiman/ Koordinator mengenai Program Industri 4.0.

Acara selanjutnya, Laporan Sekretaris DRN Menyampaikan rincian Agenda Sidang Paripurna II. Oleh karena berbagai hal, maka agenda mengalami perubahan, khususnya pada acara keynote speech diagendakan Bapak Menteri Koordinator Kemaritiman, yang diharapkan dapat memberikan konfirmasi siang hari ini. Untuk Sessi 1 Pleno, sudah ada konfirmasi baik dari Bapak Gubernur Sulawesi Selatan, maupun dari Bapak Wakil Menteri Keuangan. Demikian juga untuk Sessi Pleno 2 pun sudah ada konfirmasi.

        Acara selanjutnya dilanjutkan pemaparan Konsep UU Inovasi, apakah pada arah yang benar?  oleh Ketua DRN. Beliau menyampaikan bahwa konsep inovasi tersebut telah disampaikan di berbagai pertemuan dan kunjungan dan telah mendapat respon positif. Konsep ini sekaligus menjadi masukan atas amandemen RUU No. 18/2002 tentang Sisnas Iptek yang disampaikan oleh Pemerintah (Kementerian Ristekdikti). Bahan ini akan disampaikan kembali pada acara SP II (Sessi Pleno 1), dengan menambahkan berbagai hal seperti: (i) definisi baru, (ii) referensi dari negara Australia, Uni Emirat Arab, Afrika dan OECD. Sementara dari Asia belum diketemukan.

Dalam diskusi disampaikan bahwa Diusulkan perlunya media massa / pers conference di awal, yaitu setelah acara Pembukaan dan Keynote speech dan sebelum memasuki acara Sessi Pleno 1. Pada acara Sessi Pleno 1 dan 2 diperlukan Moderator. Untuk ini pada Sessi  Pleno 1 disepakati Bapak Sutjiastoto (Balitbang Energi), dan untuk Sessi Pleno 2 – Bapak Rizki Ferianto (Bappenas).

        Perlunya menegaskan tujuan utama dari SP II DRN ini yaitu: (i) Laporan kepada Publik, (ii) Memotivasi DRD, (iii) Peran DRN dalam penyusunan PRN (Prioritas Riset Nasional). Untu PRN ini diusukan dapat disampaikan pada waktu Sessi Pembicara Bapak Prof. Sudharto, dan (iv) DRN yang belum tercantum pada Amandemen RUU No. 18/2002 tentang Sisnas Iptek.

Untuk bahan paparan Ketua DRN, diusulkan agar dapat menyampaikan kembali berbagai hal: (i) Permasalahan bangsa sebagai Latar Belakang (SDA makin menipis, bukan bonus demografi tetapi petaka demografi,  SDGs, dsb), dimana untuk mengatasi hal tersebut diperlukan Inovasi. Alternatif lain permasalahan bangsa disampaikan pada awal sambutan Ketua DRN.

         Permasalahan lain dalam berinovasi di Indonesia, yakni: (i)Para peneliti masih berorientasikan untuk publikasi/scopus dan masih gamang untuk mengkomersialisasilkan hasil risetnya. Sementara Pemerintah/Kemenristek yang menyediakan dana hilirisasi belum cukup untuk meningkatkan inovasi secara signifikan. Contoh Mocaf, yang tidak berhasil menjadi souer starch. Dalam hal ini dinilai bahwa Pemerintah belum sepenuhnya memberikan dukungan untuk proses komersialisasi dan menyongsong industri 4.0 di bidang pertanian melalui smart farming atau smart greenhouse dengan memanfaatkan bioteknologi moderen.

 

Kesimpulan

1)      DRN dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, DRN telah menyampaikan pemikiran tentang RUU Inovasi sebagai respon untuk menghadapai permasalahan bangsa dan sekaligus merespon amandemen RUU No.18/2002 tentang Sisnas Iptek

2)      Untuk mendorong proses inovasi di Indonesia perlu dilakukan pembenahan-pembenahan dari pihak Peneliti yang masih berorientasi pada publikasi dan pihak Pemerintah untuk memfasilitasi dukungan komersialisasi hasil riset.

3)      Sidang Paripurna II DRN merupakan bentuk pertanggung-jawaban kepada publik dan DRN secara konsisten  terus berjuang untuk RUU Inovasi dalam menyongsong industri 4.0.

 

(SP/Edit:K)

 

 
Lihat Foto Lainnya