BERITA DRN TERKINI

  

Selasa 17 April 2018 Dewan Riset Nasional ( DRN ) Komisi teknis Teknologi, Informasi dan Komunikasi mengadakan rapat keduanya ditahun 2018, pada rapat kali dengan mengundang Ketua Komisi Teknis Sosial Humaniora, rapat diawali  pembukaan ketua komisi teknis teknologi informasi dan komunikasi menyampaikan bahwa agenda kerja komisi teknis teknologi informasi dan komunikasi yang ingin mengadakan FGD atau  Workshop bersama dengan Komisi Teknis Sosial Humaniora, dalam menghadapi perkembangan Zaman di Era Industri 4.0, berupa peluang dan tantangan bagi Bangsa Indonesia dengan melihat dari segi Sosial dan Budaya masyarakat Indonesia setelah adanya teknologi saat ini,  Digital Ekonomi dalam pembelian secara online saat ini sudah mencapai 93% Import dari luar negeri, Pemerintah tidak bisa melihat transaksinya karena tidak ada datanya yang jelas dan akurat, tanpa ada pembayaran pajak ke Negara sehingga sangat merugikan Negara, dan menguntungkan Negara lain.

Hasil dari FGD atau Workshop gabungannantinya  antara komisi teknis teknologi, informasi dan komunikasi dan komisi teknis sosial humaniora  harus adanya tujuan Output yang jelas sebagai masukan ke Undang-undang Inovasi, yang bisa dijadikan draf masukan undang-undang Inovasi yang diusulkan DRN ke DPR RI, Bappenas sangat mendukung Undang-undang Inovasi yang diusulkan DRN, oleh karena itu perlu adanya inovasi lokal sehingga adanya peran dari produk lokal, saat ini meningkatnya import mencapai 93% dalam transaksi pembelian secara online tidak bisa dibendung dan diawasi Pemerintah, oleh karena itu kunci utama dari digital ekonomi ataupun Industri 4.0 adalah harus adanya Undang-undang yang mengaturnya, sehingga transaksi pembelian dan jumlah import bisa diatur datanya, seperti di Undang-undang industry pertahanan yang disebutkan dipasal dan ayatnya mengharuskan lebih banyak produk lokal sebesar 35% yang digunakan dalam undang-undang pertahanan nasional sehingga dengan penggunaan produk lokal dapat menurunkan import dan ketergantungan dari luar negeri.

Industri 4.0 konsepnya lebih luas dari Digital Ekonomi, yang mempunyai prioritas utama dibidang :

a.    Makanan dan Minuman

b.    Tekstil ( Pakaian )

c.    Otomotive

d.    Elektronik

e.    Chimical ( Bahan Kimia )

 

Kata Kunci Industri 4.0/Digital Ekonomi :

a.    Kemandirian dan daya saing ( Local Content, Local Produk dan Local Infrastruktur )

b.    Pemberdayaan ekonomi rakyat

c.    Kemampuan sumberdaya manusia

d.    Regulasi pendukung ( Undang-undang Inovasi )

e.    Ekosistem Inovasi

 

    Kelemahan I Commercial  ( penjualan online ) di Indonesia karena kurang dan belum adanya kebijakan dan regulasi dari Pemerintah yang mengatur melalui undang-undang, Perusahaan saat ini lebih suka membeli teknologi yang sudah ada daripada membuat teknologi yang baru. dalam hal Inovasi Indonesia harus bisa belajar dari China, dengan undang-undang inovasinya mereka dapat mengatur kegiatan transaksi secara online yang selalu diawasi Pemerintahnya. Apple saat ini sudah membuat sekolah di Indonesia dengan tujuan agar mudah memasarkan produknya di Indonesia. oleh karenanya Teknologi, Informasi dan Telekomunikasi termasuk dalam ketahanan ekonomi Negara.  ( FA )

 
Lihat Foto Lainnya