BERITA DRN TERKINI

 

Kawasan Sains dan Teknologi (Science Technopark) atau disingkat dengan sebutan STP merupakan sebuah kawasan yang dibuat guna memperkuat kemampuan Riset dan Inovasi di Perguruan Tinggi maupun Instansi Pemerintah. Kunci untuk memenangkan persaingan ekonomi dan bisnis di negeri ini yaitu melalui inovasi. Dua tahun terakhir, inovasi menjadi sorotan utama Dewan Riset Nasional (DRN).  Untuk menularkan semangat inovasi,  DRN bekerja sama dengan PT. INTI dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) mengadakan acara Focus Group Discussion yang bertemakan “Peran Perguruan Tinggi untuk mendukung Industri Nasional  Melalui Riset dan Inovasi di kawasan Sains dan Teknologi (Science and Technopark) untuk menghadapi era Industri 4.0”

Acara berlangsung Pada hari Senin, 9 April 2018 bertempat di Ruang Sidang Utama, Gedung Rektorat  ITS. Dalam kesempatan tersebut Ketua Dewan Riset Nasional, Bambang Setiadi  memberikan sambutan dengan menekankan bahwa Inovasi hasil dari Invensi dikali komersialisasi. Perlu menghilirkan banyak inovasi sehingga daya saing nasional dapat setara dengan daya saing negara-negara maju. Menurutnya perguruan tinggi adalah salah satu tempat yang tepat untuk menghilirkan inovasi.

Tantangan perguruan tinggi lainnya adalah persaingan global yang dipengaruhi oleh disruptif technology. Dimana semua pelaku ekonomi, bisnis untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menghadapi era industri 4.0. yaitu era dimana segala sesuatu akan mengandalkan komputasi awan, sistem siber fisik, Internet of Things dan komputasi kognitif.

Pembicara yang hadir dalam kesempatan tersebut adalah Romahurmuziy  (Anggota DPR Komisi XI/ Ketua Partai PPP), Darman Mappanggara (Direktur Utama PT.INTI), Irnanda Laksanawan (Anggota Dewan Riset Nasional),  Nur Yuniarto (Direktur Pusat Unggulan Iptek –Sistem Kontrol Otomotif) serta Ketut Buda Artana (Perwakilan Perguruan Tinggi ITS).

Benang merah dari FGD tersebut adalah ITS berkomitmen untuk mendukung disahkannya UU Inovasi guna menciptakan atmosfer yang baik untuk menumbuhkan iklim inovasi di Indonesia. Peningkatan networking dan kolaborasi adalah hal yang bisa kita andalkan dalam berkompetisi di era Industri 4.0 dan Disruptive technology menuntut semua pihat terutama perguruan tinggi agar siap terhadap perubahan di era Industry 4.0. Saat ini, arah pengembangan ITS sudah merespon era Industry 4.0. Hal ini ditunjukkan dengan mimpi jangka panjangnya sebagai Entrepreneurial University di tahun 2035. Dengan adanya konsep sebuah technopark sebagai salah satu ekosistem inovasi sangat sesuai jika diterapkan di Perguruan Tinggi, sebab di Perguruan Tinggi terdapat modal tenaga riset yang tidak pernah habis, hal ini berbeda dengan Lembaga Riset lain. ITS pun merespon tantangan Industry 4.0 dengan 10 Strategi ITS 4.0 (AW)

 

 
Lihat Foto Lainnya