BERITA DRN TERKINI

 

Jumat 6 April 2018, Tim Adhoc Dewan Riset Nasional mengadakan rapat ke 3, bertempat diruang rapat DRN Gedung Menko Maritim di Jakarta, rapat diawali pembukaan oleh Ketua DRN Bapak Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU, dengan melaporkan kegiatan pertemuan Audiensi DRN dengan  Kementerian Riset,teknologi dan pendidikan tinggi ( Kemenristekdikti ) Bapak Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., yang dilaporkan ketua DRN Bapak Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU, pertama UU inovasi, kedua Eksistensi DRN dan DRD dan yang ketiga Kerjasama DRN dan DRD berupa kemitraan dan pembinaan terhadap DRD, dimana UU Inovasi yang diusulkan DRN mengenai perubahan UU 18/2002 mengenai sisnas iptek menjadi UU 18/2002 Sisnas iptek dan Inovasi, karena saat ini Inovasi hanya menjadi pasal bukan merupakan BAB, dimana urutan UU harus mempunyai BAB, Bagian, pasal dan ayat. DRN juga sudah melakukan pertemuan dengan DPR, berbagai lembaga, dan partai politik untuk memperjuangkan UU inovasi dan eksistensi keberadaan DRN dan DRD, yang saat ini masih dalam pembahasan tim pansus DPR RI. Saat ini Presiden sudah membuat Peraturan Presiden mengenai Industri 4.0 dengan 4 pasal yang menyebutkan Inovasi. Oleh karena itu perlu adanya harmonisasi UU.

Dari laporan Ketua DRN mendapatkan masukan Menteri harus adanya kegiatan FGD gabungan antara DRN dan kemenristekdikti, dalam menjawab masukan Menteri saat ini DRN sudah melakukan kegiatan dengan aksi pertama berupa Sosialisasi keberbagai pihak mengenai betapa pentingnya UU inovasi yang bisa dipakai sebagai payung hukum dalam kegiatan riset dan teknologi, semua yang menjalankan iptek pasti akan masuk kedalam Inovasi, industry 4.0 akan kurang kuat posisinya tanpa adanya UU Inovasi. karena Negara-negara maju saat ini sudah memiliki UU inovasi sendiri, dan mempelajari dan memberi penilaian mengenai kajian UU inovasi dari Negara maju yang sudah memiliki UU inovasi sehingga indonesia bisa mencontoh kegiatan Inovasi dinegara maju untuk diterapkan di Indonesia. Aksi kedua yang DRN lakukan mengenai Inovasi dan era industry 4.0 dan eksistensi DRN dan DRD, dengan ketentuan anggota DRN yang baru akan diisi oleh ketua DRD Provinsi, secara otomatis anggota DRN menjadi anggota DRD dan anggota DRD menjadi anggota DRN.

Rencana kegiatan DRN kedepan, akan melakukan sosialisasi pertama ke ITS Surabaya dengan ketua partai persatuan pembangunan dengan kajian USA, pembentukan ekosistem inovasi, dengan pertemuan rutin untuk mencari solusi mengenai Draft UU inovasi dan sisnas iptek, sosialisasi kedua dengan UGM dengan kajian Eropa, insentif investasi teknologi, pengangkatan anggota DRN baru dan Launching buku dan inovasi di era 4.0, sosialisasi ketiga dengan BPPT dengan kajian Korea, harmonisasi aturan kebijakan dalam menghadapi pertanian dan energy era 4.0. adanya agenda pertemuan dengan partai politik golkar dan PKS, tujuan persiapan FGD gabungan antara DRN dan Kemenristekdikti. Dengan output FGD gabungan dapat menghasilkan Draft baru UU inovasi dan Sisnas iptek yang harus ditembuskan keketua Pansus DPR RI dan mitra DRN yang memperjuangkan UU inovasi. ( FA )

 
Lihat Foto Lainnya