BERITA DRN TERKINI

Senin 19 Maret 2018, Dewan Riset Nasional komisi teknis pangan dan pertanian melaksanakan FGD ( Focus Group Discussion ) yang bertema :” Peningkatan Pendayagunaan Bioindustri dan Engineering Pertanian dalam Mendukung Kedaulatan Pangan di Era Industri 4.0 “. Yang bertempat Auditorium Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian ( BBP Mektan ) Jl. Alsintan, Sampora, Cisauk, Tangerang Banten, 15338. Rapat diawali sambutan dan menjadi pembicara ketiga dengan paparan “ Program BBP Mekanisasi Pertanian dalam mendukung kedaulatan pangan di era Industri 4.0”. sekaligus pembukaan rapat oleh Kepala BBP Mektan Andi Nur Alam Syah, STP. MT. yang mengucapakan selamat datang buat anggota DRN komisi teknis pangan dan pertanian, Para Narasumber dan para undangan yang hadir dan permohonan maaf atas tidak hadirannya Kepala Balitbang Pertanian, dalam perkembangan teknologi dibidang pertanian saaat ini sudah sangat maju, BBP Mektan saat ini sudah menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dengan luas tanah 16 hektar persegi, yang berencana  membangun 60 Prototype infrastruktur kampus modern poli teknik mekanisasi pertanian yang dicita-citakan Menteri Pertanian dengan harapan dapat menciptakan pertanian modern yang unggul, yang bertujuan sebagai sains teknologi pertanian modern dalam kegiatan perekayasa, pengembangan green house untuk hortikultura berupa Science, Innovation dan Networks.

Dilanjutkan sambutan Sekretaris DRN Iding Chaidir yang mewakili Ketua DRN, Permohonan maaf atas ketidak hadiran Ketua DRN karena ada tugas dari Kemenristekdikti harus keJember perihal pengembangan dipusat penelitian kopi dan Kakao. DRN mengucapkan terima kasih kepada pihak BBP Mektan yang sudah memberikan waktu dan tempat untuk kegiatan FGD ( Focus Group Discussion ) yang bertema :” Peningkatan Pendayagunaan Bioindustri dan Engineering Pertanian dalam Mendukung Kedaulatan Pangan di Era Industri 4.0 “.

Pembicara pertama dari Kementerian Perindustrian yang diwakili Direktorat industri permesinan dan alat mesin pertanian Ditjen ILMATE  Ir. Zakiyudin, MA, dengan tema “ Dukungan industry alat dan mesin pertanian untuk kedaulatan pangan di era industry 4.0 “. mengatakan program kedaulatan pangan sangat diperlukan untuk memenuhi Industri 4.0, adanya mekanisasi pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan produktifitas keunggulan dibidang pertanian. Industry pertanian termasuk Alat Mesin Pertanian ( Alsintan ) sudah masuk didalam roadmap pengembangan industry barang modal swasembada pangan yang sudah mencangkup 14 program ketahanan pangan nasional, DRN sangat dibutuhkan dalam kegiatan riset dan harus menjadi koordinator penelitian dalam jangka waktu yang panjang. Beberapa sektor industry 4.0 : otomotif, mesin, tekstil, elektronik dan pangan & pertanian.

Pembicara kedua dari Dekan fakultas teknologi pangan Institut Pertanian Bogor ( IPB ), Prof. Dr. Ir. Kudong Boro Seminar, dengan tema “ Arah pengembangan Cyber Physical System bidang pertanian di Era Industri 4.0 “. Mengatakan saat ini kegiatan pertanian sangat membutuhkan komputerisasi dalam proses produksi, di Era industry 4.0 bidang pertanian dalam green house sudah menggunakan teknologi server yang dijadikan supervisor agent sebagai alat pengontrol yang dilakukan terus menerus untuk mengetahui kondisi tanaman, kesehatan tanaman dapat dilihat, akurasi membedakan tanaman yang sehat menggunakan metoda Segmentasi Bayesian keakuratnya mencapai 95,5% dan dapa deteksi juga tempat dari green house tersebut seperti melihat Canopy area ( atap green house ), kadar air dan pencahayaannya. Pertanian Presisi adalah pilar utama dalam perwujudan ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan, Kompleksitas pertanian presisi dalam dari hulu ke hilir yang bersinergi dan terpadu mutlak memerlukan inovasi dan dukungan TI (Teknologi Informasi) & CBIS (Computer-Based Information System) dan Sistem Komputasi Cerdas (Intelligent Computing Systems) dan Data, informasi, pengetahuan & pakar untuk mendukung pertanian presisi tersebar di berbagai lokasi geografis sehingga diperlukan inter-, extra-, intra-net technology, web, mobile & cloud computing technology.

Pembicara keempat dari DRN Ketua Komisi Teknis Pangan & Pertanian Dr. Ir. Haryono, M.Sc. dengan tema “ Agenda riset bioindustri dan engeneering pertanian dalam mendukung kedaulatan pangan di era industry 4.0”. mengatakan kata kunci dari era Industri 4.0 meliputi digital era industry 4.0 ( Intelligent System, sensors, locater, Iot ),  bio based industry, Agroindustry, agriculture, precision farming, smart agriculture, smart farming dan kedaulatan pangan pertanian. Dalam proses inovasi berawal dari riset yang menjadi invensi teknologi bersifat internal ( closed innovation ) lalu berkolaborasi menjadi inovasi yang bersifat eksternal ( Open innovation ) sehingga menjadi komersialisasi industry agro. Implikasi kebijakan meliputi pengembangan SDM perekayasa yang berkompeten di era industry 4.0, investasi infrastruktur riset dan perekayasa sumberdaya lahan, air dan agroklimat, investasi infrastruktur dan perekayasaan budidaya, investasi infrastruktur dan perekayasaan pengolahan dan pasca panen, pengembangan IT platform dan digital networks, pemetaan kawasan industry pangan dan pertanian, dukungan infrastruktur pertanian pedesaan dan konektifitas dengan dukungan kawasan pangan dan pertanian.   ( FA )

 
Lihat Foto Lainnya