BERITA DRN TERKINI

Rabu 14 Maret 2018, Dewan Riset Nasional ( DRN ) dan beberapa ketua Komisi teknis DRN melakukan pertemuan dan Audiensi dengan Menteri Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi ( Kemenristekdikti ) Bapak Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D. diruang rapat gedung Kemenristekdikti diJakarta. Pembukaan rapat oleh Menteri yang mengucapkan terima kasih kepada anggota DRN yang sudah hadir, Bapak Menteri mengatakan pada saat yang sama beliau harus ke Banten akan tetapi menunda keberangkatannya karena sudah menjadwalkan pertemuan dengan DRN. Menteri mengatakan di Indonesia saat ini belum adanya rencana riset nasional, sehingga selalu melihat pada satu sektor bukan dari beberapa sector oleh karena itu riset harus berbasis pada kebutuhan pasar dan bermanfaat untuk masyarakat, Presiden selalu mendorong pangan, kesehatan dan energy untuk dijadikan prioritas utama, karena saat ini didunia sudah masuk Industri 4.0  yang berbasis iptek. Kemenristekdikti saat ini sudah membuat peta riset, sehingga riset yang menjadikan inovasi harus di star up, untuk mengkolaborasikan antara investor dan industry, sehingga ada target dan tujuan riset yang jelas.

Direktorat Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan Bapak Dr. Muhammad Dimyati mengatakan Keberadaan DRN sangat perlu dan penting dalam membantu dalam memberi masukan dan pemikiran Kemenristekdikti, klo diliat dengan adanya kemitraan dengan beberapa daerah, dan dengan jumlah 62 Dewan RIset Daerah ( DRD ) yang tersebar di Provinsi dan Kabupaten di Indonesia, sangat menegaskan eksistensinya keberadaan DRN dan DRD sangat penting dan dibutuhkan daerah untuk perkembangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat didaerah tersebut, karena saat ini banyaknya riset yang hanya menjadi temuan saja belum menjadi komersialisasi saat ini, maka Direktorat Jendral Penguatan Riset dan Pengembangan meminta DRN sebagai wadah dan membantu Kemenristekdikti untuk mengawal hasil-hasil temuan yang ada menjadi komersialisasi yang digunakan dan bermanfaat untuk masyarakat.

Ketua DRN Bapak Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU mengucapkan terima kasih atas kesediaannya waktu Bapak Menteri untuk Audiensi dengan DRN, Ketua, Wakil, Sekretaris, perwakilan dari beberapa ketua komisi teknis dan perwakilan anggota DRN dari komisi pangan&pertanian, komisi transportasi, komisi pertahanan dan keamanan, komisi kesehatan dan obat, komisi energi dan material maju dan komisi sosial humaniora, Ketua DRN juga melaporkan kegiatan dan apa-apa yang sudah dikerjakan DRN pada tahun 2017 sebagai masukan buat Menteri, berupa penyusunan Agenda Riset Nasional ( ARN ), memberi masukan Kebijakan ke Menteri dan menjalin kerjasama dengan daerah melalui DRD, saat ini jumlahnya sudah 62 DRD yang tersebar di Indonesia. Saat ini DRN mengusulkan ke DPR berupa UU Inovasi, dan RUU 18/2002 mengenai Sisnas Iptek, mengenai keberadaan DRN dan DRD dengan usulan UU inovasi sendiri bukan menjadi pasal seperti saat ini atau penggabungan antara UU 18/2002 dengan UU inovasi Menjadi UU Sisnas Iptekin. Mengapa DRN mengusulkan UU Inovasi ? melihat dari jumlah kekayaan alam Indonesia yang semakin menipis dan akan habis dibeberapa tahun yang akan datang maka perlunya Inovasi yang baru diberbagai sektor untuk Indonesia bukan hanya mengandalkan kekayaan alam yang akan habis seperti minyak, batubara, gas. Kemenristekdikti sudah membuat peta riset untuk rencana riset nasional, sehingga target riset  jelas tanpa harus memotong dana anggaran riset yang ada. ( FA )

 
Lihat Foto Lainnya