BERITA DRN TERKINI

Senin 5 Februari 2018, Dewan Riset Nasional ( DRN ) mengadakan rapat Diskusi Inovasi Indonesia, dengan mengundang IABIE ( Ikatan Alumni BJ Habibie ), IAJ ( Ikatan Alumni Jerman ), IKAL BPPT ( Ikatan Alumni BPPT ), IKAL Lemhanas ( Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional ) dan beberapa anggota DRN yang mempunyai pengalaman dalam penyusunan dan pembuatan undang-undang.

Diskusi diawali pembukaan dan pemaparan oleh Ketua Dewan Riset Nasional ( DRN ), Bapak Bambang Setiadi yang mengucapkan terima kasih kepada para undangan dan anggota DRN yang hadir dalam acara diskusi kali ini, Ketua DRN mengatakan tujuan dari diskusi kali ini saat ini Indonesia sangat perlu adanya undang-undang inovasi karena Negara-negara maju saat ini sudah mempunyai Undang-undang Inovasi, Strategi & Roadmap Inovasi, Dana Inovasi dan Dewan Inovasi yang selalu mengawasi dan mengontrol perkembangan inovasi sehingga dapat mendorong pendapatan anggaran nasional negaranya.

Perwakilan IABIE ( Ikatan Alumni BJ Habibie ) mengatakan undang-undang Inovasi sangat penting dan perlu ada di Indonesia karena apabila tidak ada undang-undang maka perkembangan riset dan inovasi akan terhambat dan akan mati ditengah jalan, karena belum adanya aturan dan payung hukum yang jelas yang mengatur dalam berinovasi, oleh karena itu kata kunci dari undang-undang inovasi harus adanya reformasi keuangan dengan kata lain IABIE sangat mendukung dan tertarik adanya undang-undang Inovasi, Ketua IAJ ( Ikatan Alumni Jerman ) mengatakan dengan adanya perkembangan tekhnologi perusahaan yang terus berinovasi sangat maju saat ini, sangat perlu adanya undang-undang inovasi yang mengatur perkembangan inovasi saat ini, sehingga dapat mendorong siswa membuat inovasi, mahasiswa dapat melakukan riset dan inovasi, kegiatan riset perusahaan yang harus bekerja sama dengan universitas dan perguruan tinggi serta adanya SDM yang berkualitas, bahan baku, infastruktur dan ketersediaan dana. IKAL BPPT ( Ikatan Alumni BPPT ) mengatakan undang-undang inovasi sangat perlu dan penting sebagai payung hukum, sehingga dapat memberikan kebebasan talenta-talenta muda dalam melakukan riset dan inovasi, IKAL Lemhanas ( Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional ) mengatakan inovasi tidak datang dengan sendirinya akan tetapi karena adanya dorongan pemerintah dalam pembuatan undang-undang inovasi menjadi suatu keharusan, undang-undang inovasi sangat bagus tapi perlu memperhatikan agenda nasional sebagai acuan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan anggaran Negara dan perlu adanya perbaikan masalah birokrasi yang benar dan baik, adanya pemerhati inovasi dan iptek sangat perlu dilihat dari segi pendidikan, R&B, Industri dan pangsa pasarnya. Karena dalam perkembangan iptek saat ini dapat membuat generasi muda menjadi maju dan dapat pula membuat kemunduran dalam berpikir.  ( FA )    

 
Lihat Foto Lainnya