BERITA DRN TERKINI

Pada hari Selasatanggal 24 Oktober 2017, Komisi Teknis Pangan dan Pertanian Dewan Riset Nasional mengadakan rapat kerja yang ke 6 diruang rapat Dewan Riset Nasional di Jl. M.H. Thamrin No.8 di Jakarta. Yang dihadiri para anggotanya,dalam paparannya ketua Komisi Teknis Pangan Dan Pertanian mengatakan bahwa 45 % atau sekitar 5 juta hektar kebun kelapa sawit merupakan milik rakyat yang perlu diperhatikan oleh semua pihak yang terlibat.  Saat ini bibit palsu kelapa sawit sudah banyak beredar di perkebunan kelapa sawit rakyat  hampir mencapai 40%. Hal ini sangat merugikan karena produktivitasnya tidak jelas.Selain itu banyak  kelapa sawit yang ditanam di tempat yang tidak tepat sehingga perlu pendampingan bagi perkebunan kelapa sawit rakyat untuk  mendapat pengetahuan  bagaimana  melaksanakan perkebunan kelapa sawit yang baik benar.Dan membahas tentang proposal untuk program pendanaan Inovasi Industri di tahun 2018.

Beberapa Usulan Konsorsium dari anggota mengatakan proposal yang akan dikoordinasikan dengan PPKS Medan tentang Proposal Konsorsium Bibit Kelapa Sawit Unggul dan Asli serta Proposal Konsorsium Pabrik Kelapa Sawit Mini (PKS Mini), tiga usulan konsorsium yang  di approach tentang industri hilir minyak kelapa sawit , dua konsorsium belum berminat menggunakan dana dari Kemenristekdikti sedangkan satu sonsorsium level TRL, konsorsium di bidang mekanisasi pertanian, konsorsium teknologi budidaya ikan patin, konsorsium tentang rempah dengan fokus pada usaha menjaga mutu rempah dengan memanfaatkan teknologi ozonisasi, Konsorsium Makanan Tradisional: Quality and Safety. Dari diskusi yang dilakukan disepakati bahwa masing –masing anggota komtek mendorong koordinator kegiatan/ leader konsorsium lembaga atau industri yang akan di dukung untuk membuat proposal sesuai syarat ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kemenristekdikti.

Disepakati sesuai dengan syarat dan beberapa pertimbangan antara lain pembuatan PKS mini saat ini masih belum optimal karena : selalu akan ditekan/dibunuh oleh industri besar, petani perkebunan kelapa sawit rakyat belum kompak, belum mempunyai penampungan hasil produksi yang cukup, market yang belum jelas dan supply buah yang tidak kontinu maka konsorsium PKS Mini belum waktunya untuk di support. ( FA )

 
Lihat Foto Lainnya