BERITA DRN TERKINI

Pada hari Rabu tanggal 11 Oktober 2017. Dalam rangka memperkuat kelembagaan serta meningkatkan fungsi dan perannya Dewan Riset Daerah Kabupaten Sragen mengadakan audiensi dengan Dewan Riset Nasional di Jakarta.Datang pada acara audiensi dengan DRN ini antara lain Bp. Tuhana, SH, M.Si selaku Ketua DRD Kabupaten Sragen, Dr. Eny Purwandari, S.Ps, M.Si selaku Sekretaris DRD Sragen didampingi Ketua dan Sekretaris Sekretariat DRD Kab. Sragen yaitu Drs. Wahyudi, M.Sc dan Wawan Kurniawan, S.ST, M.Si. Pada pembukaan pertemuan disampaikan oleh Bp. Tuhana, SH, M.Si bahwa kehadiran mereka ke DRN dalam rangka: pertama, silaturahim, banyak anggota DRN dan BPPT yang dikenal oleh Ketua DRD Sragen ini; kedua, memberitahukan keberadaan DRD Sragen ke DRN agar dikenal dan diberi penguatan; ketiga, Sharing program dan kegiatan antara DRN, DRD, dan Pemerintah Daerah Kab. Sragen terkait IPTEK dan Kelitbangan; dan keempat, mohon arahan bagaimana DRD Sragen agar optimal dalam mensupport Pemda Sragen, sejauh mana peran yang bisa diambil DRD dan posisi kelembagaan DRD yang ideal.

Audiensi DRD Sragen diterima secara pribadi oleh Ketua DRN Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU dan didampingi Sekjen DRN Dr. Ir. Iding Chaidir di ruang rapat Sekretariat DRN. Dalam sambutannya Ketua DRN menyampaikan bahwa DRD harus aktif dalam memberikan sumbangsih saran dan pemikiran kepada Bupati baik diminta ataupun tidak. Ketika kepala daerah sedang terhambat dalam menyelesaikan visi misinya maka itulah saat yang tepat bagi DRD untuk mengambil peran, memberikan saran, solusi, dan ide kreatif yang menunjang pemerintah daerah. Posisi DRD langsung dibawah Bupati atau kepala daerah yang dikuatkan dengan dikeluarkannya SK Bupati tentang pengisian struktur organisasi DRD. Dijelaskan juga oleh Ketua DRN bahwa DRD merupakan pemikir, pemberi saran rekomendasi, bukan eksekutor langsung. DRD harus berusaha menciptakan iklim pemanfaatan IPTEK yang baik untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. DRD harus mengambil peran yang strategis, memberi alternatif pemikiran dan mendukung terciptanya inovasi-inovasi di segala bidang. Misalnya perlu dipikirkan bagaimana Sragen menjadi Kota Transit karena banyak kendaraan yang melewati Sragen, jangan biarkan pemakai jalan hanya lewat begitu saja.

Dengan rumus bahwa ( innovation = invention x commersialization ), bahwa sebuah inovasi itu temuan yang berhasil dikomersialisasikan. Jadi hasil inovasi harus didorong untuk menjadi sebuah produk yang bisa dijual. Dengan begitu maka masyarakat/inovator akan meningkat kesejahteraan ekonominya. Dalam rancangan Undang-Undang Inovasi yang digagas oleh DRN didalamnya mengatur bahwa pendanaan inovasi tidak melulu harus dari APBN, bisa dari sumber yang lainnya dan jikapun dari APBN negara tidak dapat semena-mena memotong anggaran riset ditengah jalan agar riset yang sejak berjalan tidak terganggu. Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU diakhir perbincangan menyatakan jika butuh tenaga ahli bidang apapun untuk mendukung kemajuan Sragen, silakan menghubungi DRN dan akan dibantu semaksimal mungkin. DRN sangat bangga jika DRD bisa berperan dan eksis di daerah serta aktif koordinasi dan komunikasi seperti yang dilakukan Sragen hari ini. ( FA )
 
Lihat Foto Lainnya