BERITA DRN TERKINI

 

 

Badan Pekerja melaksanakan rapat ketiga pada hari Kamis 28 September 2017 di ruang rapat Gedung BPPT II Lantai 23, Jl. MH. Thamrin No. 8 Jakarta. Rapat hari ini mengundang nara sumber Ir. Santoso Yudo Warsono, Mt, Beliau merupakan Direktur Inovasi Industri Kemenristekdikti. Rapat dihadiri oleh Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU (Ketua Dewan Riset Nasional), Prof. Sudharto P. Hadi, Ph.D (Wakil Ketua Dewan Riset Nasional), Dr.Ir. Iding Chaidir, M.Sc (Sekretaris Dewan Riset Nasional), Dr. Ir. Arnold Soetrisnanto (Ketua Komisi Teknis Energi), Drs. Bambang S. Tejasukmana, Dipl.Ing (Ketua Komisi Teknis Pertahanan dan Keamanan), Dr. Ir. Utama Herawan Padmadinata (Ketua Komisi Teknis Material Maju), Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA (Ketua Komisi Teknik TIK), Ir. Utama Kajo (Anggota Komisi Teknis Pangan dan Pertanian), Prof. Ir. Sigit Priyanto, M.Sc, Ph.D (Anggota Komisi Teknis Transportasi), Dr. Ir. Agus Nurrochim,  Medy Wiriatmaja Sargo,SH, MH, Prof. Dr. Drh. Herdis, Msi, Ir. Adrian Zulkifli, dan para staf sekretariat.

Rapat diawali pembukaan oleh Ketua Dewan Riset Nasional yang menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta, khususnya kepada narasumber Bapak Santosa Yudo Warsono (Direktur Inovasi Industri)-Kemenristekdikti. Melihat perkembangan di DRN, maka pada rapat ini juga disampaikan rangkuman agenda kunjungan kerja DRN perkembangan inovasi dan daya saing dalam bentuk kunjungan lapangan, kunjungan DRD dan FGD (terlampir).

Adapun Agenda Rapat BP hari ini:  (i) Perkembangan Pemikiran Rencana UU Inovasi, (ii) Rencana Sidang Paripurna, dan (iii) Lain-lain. Agenda dilanjutkan dengan laporan dari Sekretaris Dewan Riset Nasional yang menyampaikan telah melakukan pertemuan dengan pihak Kemenristekdikti untuk membahas berbagai hal mengenai inovasi. Menyikapi berbagai tersebut, maka DRN perlu segera menyampaikan masukan strateginya. Masukan dari Komtek sangat diharapkan, dan juga bagaimana masing-masing Komtek dapat menerapkan dalam bentuk konsorsium, misalnya smart card.

Agenda selanjutnya adalah pemaparan dari Direktur Inovasi Industri Kemenristekdikti, dalam pemaparannya menyatakan bahwa Kemenristekdikti  telah mendanai 170-an  proposal dan dengan ini maka telah mampu memperkuat rantai nilai produk manufaktur di dalam negeri untuk meningkatkan kapasitas dalam rancang bangun dan pengembangan produk baru, mengingat knowledge sudah lama dikuasai dan inovasi sudah siap dilaksanakan. Pada dasarnya Kemenristek siap untuk mendanai  untuk produk inovasi yang konsep komersialisasinya pada skala Nasional, namun dalam produk tertentu diperlukan payung hukum untuk produk inovasi dan khususnya produk prekomersial yang belum siap diadu dengan produk komersial yang ada di pasaran.

Dan Agenda terakhir berupa diskusi  mengenai  proposal konsorsium  yang disampaikan oleh masing-masing komtek dan pembahasan rencana Sidang Parpurna yang akan direncanakan tanggal 1-2 November 2017 di Auditorium BPPT, Jakarta dengan agenda utama hari-1 tentang DRD dan hari-2 tentang DRN, dengan topik bahasan yang mencakup: (i) Naskah Akademik UU, (ii) Pertemuan DRD, (iii) Konsorsium Inovasi Komtek, dan (iv) Penghargaan Inovator.

Dalam rapat tersebut terdapat kesimpulan, yaitu : Kerjasama DRN dengan Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti akan difokuskan untuk  Riset Konsorsium, RUU Inovasi dan Visi  Indonesia; Masing-masing Komtek diharapkan dapat segera membahas pada rapat Komtek untuk memfinalisasi usulan konsorsium dan memberikan masukan atas konsep  RUU Inovasi; dan serta Untuk pengembangan inovasi diperlukan pendaanaan inovasi dan payung hukum untuk pemasaran produk komersialisasi dan khususnya prekomersialisasi. (Notulensi: SP/Edit: ESA)

 
Lihat Foto Lainnya