BERITA DRN TERKINI

 

Pada hari selasa tanggal 1 Agustus 2017 , Dewan Riset Nasional Komis Teknis Pangan dan Pertanian bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian mengadakan rapat di Ruang Rapat Balitbang Industri, Lt. 19 Gedung Kementerian Perindustrian Jl. Gatot Subroto Kav 52-53, Jakarta Selatan. Dengan tema : “ SINERGI KEGIATAN NASIONAL DI BIDANG RISET DAN TEKNOLOGI DALAM RANGKA MENDORONG HILIRISASI INDUSTRI PRODUK MINYAK SAWIT “.

       Rapat Komisi teknisPangan dan Pertanian Dewan Riset Nasional “Sinergi Kegiatan Nasional di bidang Inovasi, Riset dan Pengembangan Teknologi dalam Rangka Pengembangan Produk Hilir Minyak Kelapa Sawit ” dibuka secara resmi oleh Ketua Komtek Pangan dan Pertanian. Tujuan rapat kali ini yang digagas oleh Dewan Riset Nasional dan Kementerian Perindustrian dan lembaga terkait adalah untuk memperkuat hilirisasi dan Inovasi dengan strategi inovasi harus terjadi oleh karena itu kita perlu adanya Undang-undang Inovasi, karena Undang-undang Inovasi sangat penting sebagai pegangan atau peraturan yang jelas didalam inovasi.

       Ketua Komisi komtek Pangan dan Pertanian DRN Dr.Ir. Haryono, M.Scmenyampaikan selamat datang kepada peserta rapat serta ucapan terimakasih kepada Kepala Badan Litbang Kementerian Perindustrian atas fasilitas, tempat dan sarana sehingga terselenggaranya rapat Komtek Pangan dan Pertanian tentang “ Sinergi Kegiatan Nasional di bidang Inovasi, Riset dan Pengembangan Teknologi dalam Rangka Pengembangan Produk Hilir Minyak Kelapa Sawit ”.

Dalam sambutannya Ketua Komisi teknisPangan dan Pertanian DRN menyampaikan dalam era digital dan era bioekonomi sekarang, industri kelapa sawit merupakan pilihan utama di Indonesia.  Guna menghadapi dinamisnya perkembangan teknologi dan dunia perdagangan  saat ini perlu gerakan yang lincah dan dinamis dengan melibatkan riset dan inovasi. Hilirisasi sudah pasti melibatkan inovasi.  Banyak pihak di Indonesia yang telah melakukan riset  dan melakukan inovasi  tentang hilirisasi minyak kelapa sawit namun belum terkoordinasi dengan baik. Karena itu diperlukan koordinasi dari berbagai pihak baik pemerintah, lembaga riset, swasta dan komunitas untuk bersinergi sehingga hasil yang kan diperoleh lebih optimal.

K   kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi, Industri dan Kekayaaan Intelektual Ir. Herman Supriadi, MM.  Menyampaikan permohonan maaf karena Kepala Badan Litbang Kementerian Perindustrian tidak dapat hadir dalam acara ini.  Dalam sambutannya Kapus Litbang Teknologi Industri dan Kekayaan Intektual menyampaikan bahwa riset industri harus dipahami sebagai riset yang menyeluruh mulai dari riset dasar sampai riset aplikasi yang ujungnya industri guna memenangkan persaingan usaha. Kkarena itu kita harus meluruskan bahwa riset yang dilakukan harus menyentuh seluruh rantai industri sesuai dengan peran dan kapasitasnya.  Riset yang dilakukan harus bersinergi tidak hanya terbatas pada A-B-G tapi semua pihak yang terlibat.  Dalam era digital ini kita harus terlibat dan menyesuaikan diri dengan era yang berlangsung dan kita perlu kecepatan dalam riset dan inovasi karena saat ini bukan yang besar mengalahkan yang kecil tetapi yang cepat bisa mengalahkan yang lambat.

Acara ini mengundang beberapa pembicara diantara :

1.    Prof. Dr. Erliza Hambali Direktur Surfactan and Bioenergy Research Center (SBRC-IPB)

2.    Dr. Gede Wibawa dan  Dr. Ir. Donald Siahaan (Pusat Penelitian Kelapa Sawit.

3.  Ir. Umar Habson, MM. (Balai Besar Industri Agro  Bogor)

4.    Dr. Paul Wassell  (Head of R &D Innovation Sinar Mas PTSmart Tbk)

5.    Ir. Sakri Widhianto,S.Teks.MM. (Dewan Riset Nasionaldan Kementerian Perindustrian)

 

Kesimpulan :

Dari paparan nara sumber dan diskusi yang dilakukan dalam rapat dapat disimpulkan beberapa hal antara lain : 

1.    Pentingnya membangun datascience palm oil

a.    Sustainable palm oil

b.    Upaya membawa hasi linvensi ke komersial

c.    Upaya memperkuat sistem informasi kelapa sawit

2.    Dari banyak masalah yang ada yang perlu diperhatikan antara lain adalah : Infrastruktur, konektivitas terkait palm oil industri dan regulasi yg bermuatan dukungan    

        pendanaan        

3.    Rapat menyepakati dibentuk jaringan network yang bernama Palm Oil Innovation Network (POIN) untuk mewadahi berbagai konsorsium yg terkait kelapa sawit.

4.    Pentingnya memberi perhatian  pada pengembangan sentra usaha pengolahan kelapa sawit skala UKM.

5.    Kementerian Perindustrian dan Dewan Riset Nasional akan mengkoordinasikan pembentukan  Palm Oil Innovation Network (POIN).

                 ( A KOMTEK / FA )

 
Lihat Foto Lainnya