BERITA DRN TERKINI

1  Arah dan Prioritas Riset Bidang Pangan dan Pertanian :

Komisi menyepakati riset-riset yang perlu diprioritaskan untuk mendukung ketahanan pangan dan pembangunan pertanian sebagai berikut:

    Riset peningkatan produksi pangan dan pertanian dengan memanfaatkan lahan sub-optimal.

    Riset pengelolaan pertanian terpadu (integrated farming), untuk menghasilkan berbagai komoditas pangan dan pertanian pada satu kawasan pengelolaan (pertanian, perikanan, peternakan).

    Riset eksplorasi pangan berbasis laut (ikan, rumput laut).

    Riset keamanan pangan baik pangan lokal / tradisional, pangan olahan industri (kecil / besar), maupun pangan impor (pangan olahan industri, buah-buahan dan sebagainya).

    Riset di bidang sosial dan humaniora yang terkait dengan kesejahteraan dan apresiasi petani, kearifan lokal / perilaku masyarakat

2.  Kebijakan Strategis Bidang Pangan dan Pertanian

2.1  Kebijakan Pengembangan Lahan Sub-optimal

    Mengingat besarnya potensi lahan sub-optimal di Indonesia yang dapat didayagunakan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, maka perlu adanya blue print pengembangan lahan sub-optimal untuk peningkatan produksi tanaman pangan.

    Investasi awal untuk pengembangan lahan sub-optimal relative mahal per satuan luasan, namun demikian untuk pemanfaatan dalam kurun waktu yang panjang, secara ekonomis, investasi pada lahan sub-optimal feasible.Perlu diperhatikan mengenai waktu sejak suatu lahan mulai diolah hingga mendapatkan hasil yang memuaskan serta perlu analisis ekonomi yang akurat dari mulai pengolahan lahan suboptimal sampai menghasilkan produk yang sesuai diharapkan

    Pemanfaatan lahan rawa yang berasal dari pelepasan kawasan hutan harus menjadi bagian perlindungan lahan pertanian pangan berkelajutan.  Untuk itu UU 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan perlu disosialisasikan secara intensif pada Pemda Kabupaten dimana potensi lahan sub-optimal berada, sehingga dapat menahan laju  konversi lahan pertanian padi yang berasal dari pelepasan lahan  hutan atau areal pencetakan sawah di luar kawasan hutan menjadi lahan pertanian lainnya.

    Sinergi sektor pertanian, perikanan serta sektor pendukung lainnya perlu ditingkatkan pada level operasional. Perlu dikembangkan perpaduan usaha perikanan dengan usaha pertanian dan peternakan di lahan rawa (sistem budidaya ikan, padi dan ternak), khususnya di lahan rawa lebak dangkal dan tengahan. 

2.2  Kebijakan Mendukung Ketersediaan dan Kemandirian Pangan

    Perlu membentuk tim lintas KL untuk menyiapkan draf kebijakan dan program terpadu untuk mendukung ketersediaan dan kemandirian pangan, khususnya terkait rencana aksi MP3EI baik Koridor Ekonomi (KE) Sulawesi sebagai lumbung pangan baru dan KE lain yang memiliki potensi lahan sub-optimal berlimpah

    Perlu diwujudkan dan diintensifkan kemitraan yang bersifat mutualistik antara semua pemangku kepentingan, terutama antara petani dengan pelaku agroindustri, yang didukung oleh peguruan tinggi, lembaga litbang, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan.

    Peran petani dalam kemitraan perlu diperluas agar tidak hanya pemasok bahan mentah saja, tetapi perlu dibina pula agar mampu mengembangkan diri menjadi pelaku industri skala rumah tangga, mikro, atau kecil untuk memproduksi produk antara (setengah jadi), atau komponen produk akhir.

    Pemerintah seyogyanya menggalakkan produksi dan penggunaan pupuk organik melalui penyuluhan dan pemberian insentif khusus pada produsen pupuk organik.

    Kebijakan subsidi pupuk sintetik perlu ditinjau ulang agar dalam waktu 4-5 tahun yang akan datang, harga pupuk sintetik sudah mendekati harga keekonomian dan disparitas antara harga pupuk untuk tanaman pangan dan non pangan menjadi kecil. 

    Masih diperlukan stimulus & insentif finansial (kredit lunak perunggasan) untuk pengembangan industri perunggasan khususnya di daerah terpencil.

                Guna menarik minat generasi muda pada bidang pertanian, pemerintah sebaiknya mendorong digalakkannya berbagai bentuk pertanian modern (a.l greenhouse)di daerah-daerah, untuk menarik minat bertani bagi pemuda-pemuda Indonesia.